Kopi Susu Aming Coffee Pontianak, Nikmat Membawa Sengsara

Tentang kopi di Pontianak, awalnya saya hanya tahu Kopi Asiang yang legendaris itu, kedai kopi yang penjualnya topless saat membuat kopi. Mungkin teman-teman juga familiar karena kedai ini ini sudah sering diliput di acara televisi. Tapi ternyata, di Pontianak terdapat banyak sekali kedai kopi. Selain Kopi Asiang, kedai kopi terkenal dan legendaris lainnya yang patut dicoba adalah Aming Coffee Pontianak.

Berjumpa Sohib Lama

“Ndri, gue tugas ke Pontianak, lo DL (dinas ke luar kota) gak?”, pesan whatsapp saya kirim ke Andri. Beruntung saat itu Andri sedang tidak keluar kota sehingga saya masih bisa menemuinya barang beberapa jam.

Andri adalah salah satu sohib saya yang selama 2 tahun bertugas di kantor yang sama di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat ini, dia bertugas di Kalimantan Barat, dan saya di Sumatera Barat.

Selama di NTT, kami tinggal di kost yang sama dan telah melewati banyak perjalanan mengelilingi NTT bersama, khususnya di Tana Timor. Kami juga pernah traveling bareng ke Gunung Bromo.

Beberapa perjalanan saya dan Andri bisa dilihat di tulisan-tulisan saya berikut:

Sebetulnya, tahun ini kami merencanakan traveling bareng ke negara tetangga, Malaysia. Tapi munculnya epidemi virus corona covid-19 membuat kami urung berangkat. Semoga tahun depan wabah hilang dan kami bisa jalan bareng lagi.

Citarasa Kopi Aming

Acara saya hari pertama telah selesai. Lewat jam 9 malam, Andri telah menunggu di lobi Hotel Golden Tulip Pontianak.

Baca juga: Review Jujur Hotel Golden Tulip Pontianak

“Lo mau ke mana nih Ra?”, Andri bertanya. Sebenarnya saya ingin ke Kopi Asiang yang legendaris itu, tapi ternyata Kopi Asiang hanya buka dari jam 3 dini hari sampai sore hari sebelum maghrib.

Andri menawarkan saya untuk mendatangi kedai kopi lainnya, namanya Aming Coffee.. Andri bilang kalau Kopi Aming ini juga terkenal di Pontianak. Yaaa, mungkin sayanya aja yang kurang cari info sehingga kedai kopi 1 ini terlewat dari radar.

aming coffee pontianak

Kami tiba di lokasi. Terlihat banner Aming Coffee. Di banner itu tercantum tahun berdirinya Aming Coffee, 1970, ternyata sudah lama juga. Parkir motor dan mobil berjejer bukan hanya di depan kedai, tetapi sampai menutupi akses masuk beberapa toko/rumah, untung semuanya tutup.

Kedai kopinya tidaklah terlalu kekinian seperti kedai kopi yang menjamur di tiap sudut penjuru kota, pun begitu enggak terlalu sederhana. Ruangannya terbuka, meja-mejanya rapat, dan colokan listrik bertebaran di mana-mana.

Kedai kopinya? Tentu ramai banget. Walaupun sudah menggunakan 2 bangunan yang berhadapan, tetapi pengunjung di kedua bangunan itu sampai tumpah ruah ke jalanan saking ramainya. Sepanjang mata memandang, semuanya anak-anak muda.

kopi susu aming coffee
kopi susu aming coffee pontianak

Segelas kopi susu hangat pesanan saya tiba. Kalau dilihat dari bentuknya sih tampak biasa saja, seperti kopi susu warkop pada umumnya. Apalagi, harganya juga murah banget. Kopi susu hangat yang saya pesan cuma butuh ditukar dengan uang Rp9.000 saja.

Tapi ternyata nama besar nggak bohong ya. Ini adalah kopi susu terbaik yang pernah saya minum. Rasa manis dari susunya enggak over, nggak bikin giung (ini bahasa Indonesianya apa ya? intinya rasa tidak enak di lidah karena rasa manis yang terlalu), dan citarasa kopinya masih terasa, pahit tapi enggak menyiksa. Bisa dibilang, saya ketagihan akan rasa kopi aming.

Cemilan Khas Pontianak

Sembari ngopi dan berbincang sama bro Andri, kudapan pesanan kami tiba. Cemilan khas Pontianak yang bernama Pisang Goreng Srikaya tersaji.

pisang goreng srikaya aming coffee
pisang goreng srikaya pontianak di aming coffee

Di lidah saya, pisang goreng srikaya pontianak ini enak banget. Pisang yang dipakai adalah pisang nipah/nepa. Tanah gambut Kalimantan Barat menjadikan pisang ini memiliki rasa yang konon lebih enak dibanding jika ditanam di daerah lain.

Pisang digoreng dengan dilapisi tepung. Setelah matang, selai srikaya dituangkan pada permukaannya. Gurih, renyah dan tentunya manis.

Setelah gigitan pertama, saya tak bisa menahan untuk terus mengunyah pisang goreng srikaya ini.

pisang goreng srikaya aming coffee

Nikmat Membawa Derita

Terlalu asik mengobrol sambil menikmati kopi susu aming dan cemilan pisang goreng srikaya pontianak sampai tak sadar ternyata tengah malam hampir tiba dan itu tandanya aming coffee akan segera tutup. Pengunjung sudah tampak sepi dan beberapa pelayan tampak merapikan meja.

warung kopi aming coffee pontianak
aming coffee sebelum tutup
2 kedai aming coffee berseberangan

Kami pun segera berlalu meninggalkan Aming Coffee. Karena sudah larut malam, Andri mengantar saya kembali ke hotel dan dia pun pulang ke rumah.

Sebelum berangkat ke Pontianak, malamnya saya hanya tidur 5 jam. Perjalanan dari Padang ke Pontianak total selama 5,5 jam. Setelah sampai Pontianak pun, sorenya saya jalan ke Tugu Khatulistiwa naik gojek, jaraknya lumayan jauh dari Hotel Golden Tulip Pontianak. Lalu acara pertemuan dimulai selepas maghrib sampai jam 9an. Setelah itu baru nongkrong di Aming Coffee sampai jam 12 malam. Dengan serangkaian aktivitas itu, harusnya sinyal lelah di tubuh saya sudah bekerja. Nyatanya, efek kafein Aming Coffee sangat kuat sehingga membuat pikiran saya tetap terjaga.

Seumur-umur, minum kopi nggak pernah mempengaruhi rasa kantuk saya. Kalau saatnya tidur pasti saya akan tidur. Tapi entah kenapa kali ini berbeda.

Saya berusaha terus memejamkan mata, tapi pikiran tetap melayang. Saya ambil handphone. Biasanya, bermain handphone di jam-jam segini akan mengundang kantuk. Tapi kali ini tetap nggak ada efek. Saya kembali memejamkan mata dan diam. Namun tetap gagal.

Tak terasa berjam-berjam telah saya lalui. Sampai akhirnya saya menyerah ketika waktu telah menunjukkan pukul 5 pagi. Baiklah, saya nggak tidur malam ini.

Hari Selasa, acara saya semakin padat. Acara berlangsung dari jam 8 pagi sampai 9 malam. Selama waktu itu, nggak ada rasa kantuk sama sekali, tetapi sebenarnya badan saya sudah memberikan sinyal kelelahan.. Akhirnya, saya baru bisa tertidur pulas setelah hari bergeser ke hari Rabu, dini hari lewat pukul 1.

Bener-bener deh. Kopi susu di Aming Coffee ini menurut saya adalah kopi susu paling enak, tetapi efek yang ditimbulkan setelahnya cukup menyiksa juga. Ini mah judulnya nikmat membawa derita ahaha..

Tapi kalau ditanya apa mau lagi kalau diajak ngopi di Aming Coffee? Tentu saja mau, orang enak banget kok, ahaha. Hanya saja, saya akan lebih mempersiapkan diri bertempur dengan ketiadaan rasa kantuk 😀

***

Traveler Paruh Waktu

 

Travel Blogger Indonesia. Traveler Paruh Waktu. 100% sundanese. ASN pengagum Ibu Pertiwi, terutama akan keindahan alamnya. Suka bertualang, suka bercerita, suka membuat video.
32 Responses
  1. Pisang goreng di Ponti istimewa banget! Gorengnya lumayan kering kayak gorengan di Sumatera. 🙂

    Btw, emang nggak ada “guide” yang lebih jago selain orang yang benar-benar tinggal di sana ya, Bung? Bisa diajak nongkrong ke tempat-tempat yang belum terdeteksi review di apps mana pun. Hahaha…

    Buset dah itu. Pasti kliyeng nggak tidur lama banget bwahaha…

  2. Pisang Goreng nya menarik Uda Baa…

    Itu Kopi Murni yang di ektrak bukan Bang? (Ga tau kalimat tanya yg tepat) Haha..

    Giung,,,
    Kalau Bahasa Minangnya “Lotok” Uda Baa..

    Hehe

  3. Soal kopi, rasanya lidah saya tak bisa kompromi Mas? Kopi hitam atau kopi bubuk (baca Kopi Kapal Api) di manapun saya menginjakan kaki, pasti selalu dicari.

    Tapi tempat ngopinya kayaknya asik tuh, kayak di Purwokerto sekarang ini…

  4. Dari tahun 1970, berarti lebih tua juga dari saya

    Saya pribadi nggak begitu suka dan bisa minum kopi mas Bara, karena setiap kali minum kopi pasti sakit perut hahaha jadi saya meski kadang ke coffee shop pasti minuman yang dipilih selalu minuman non-coffee

    Mungkin kalau nanti balik ke Aming Coffee, harus agak siangan mas, biar saat malam tiba, badan sudah lelah dan siap diajak istirahat

    1. saya pun ngga begitu suka kok.. dan alasannya sama, suka bikin perut melilit, tapi kadang sakit perut kadang enggak sih, ntah kenapa.. saya pun lebih sering pesan yg lain kalau ke coffee shop,, ini karena untuk konten blog aja karena khas Pontianak jadi bela2in minum kopi wkwk..

  5. Kalo di Asahan, pisang goreng srikaya gini, srikayanya warna ijo dan rasanya emang mantap dan bikin nagih Mas.

    Wah.. kuat banget efek kafeinnya.
    Kalo saya yang nggak kuat minum kopi, bisa berhari-hari tuh nggak tidur.
    Minum kopi biasa aja bisa bikin begadang kok.

  6. Gue suka Kopi Aming! Temen gue kalo habis pulkam selalu bawain kopi ini buat gue, hehe. Kayaknya Bara perlu lebih banyak ke kedai-kedai kopi melayu/peranakan/kopitiam nih. Meski harganya nggak mahal dan penampakannya sama aja kayak ABC Susu, dijamin rasanya nggak bohong. Karakter bittersweet yang nikmat banget! Aku lebih suka ke kedai-kedai kopi kayak gini daripada ke kafe ala barat.

    Hahaha gue juga biasanya udah kebal sama kopi. Ngantuk ya ngantuk aja 😀

    1. iyaa, bittersweetnya pas gitu lho kopi aming ini,, biasanya kan kopi susu tu rasa kopinya udh ketutup bgt sama manis,, kalau yg ini asli ada pahit2nya tp kok enak gitu..

      kopi di kafe2 kekinian tu enaknya buat nongkrong.. kalau soal rasa, kayanya memang kopi2 beginian deh juaranya 😀

  7. Wah, saya malahan pengin nyobain pisang goreng srikayanya. Kayaknya enak tuh. Kebetulan emang saya belum pernah ke Pontianak, jadi belum tahu seberapa enak kopi Pontianak itu. Untuk sementara ini masuk daftar “to go” list dulu saja. Kalau pandemi ini sudah reda, bolehlah kita jalan-jalan lagi.

  8. Hahahahaha aku tauuu rasanya ga bisa tidur Krn efek kopi, padahal badan sbnrnya udh capek :p. Makin nyiksa kalo besoknya msk kerja :p. Makanya aku kalo minum kopi skr pas besoknya libur mas. Jd seandainya efek kafeinnya bekerja, ga terlalu masalah Krn bukan hari kerja :D.

    Pisgor ponti pake srikaya memang terkenal bangettttt. Aku prnh dibawain srikaya khas pintu Ama temen. Itu aja udh enaaak . Kebayang sih dimakan pake pisangnya :). Di Deket rumahku ada jual pisgor ponti, walopun aku ga tau apa pisangnya sama ato ga. Tp rasanya memang muaniiis, dan kriuk

    1. nah tau kaan enggak enaknya gimana.. tubuh udah nyerah tapi pikiran ngga mau shut down dulu wkwkwk..

      kalau yg jual orang ponti mungkin ya citarasanya mirip2 kali ya.. kriuk dan manis juga.. tapi biar afdol emang harus nyobain di tempat asalnya hihi..

  9. Astagaa aku sangat terpanggil oleh pisang goreng srikayanya pisang goreng Pontianak itu memang khas banget ya dengan kegaringannya. Penasaran juga kalau makan di sana langsung sama nggak rasanya?

    Terus es kopi susunya juga terlihat segar banget. Ini sih kayaknya cocok untuk sarapan pagi atau cemilan sore ya, mengingat efek samping kopi yang dialami Mas Bara hahaha

    1. emang enak bgt sih itu pisang gorengnyaa, crispy dan renyah, manisnya paaaas!!! kalau ke pontianak jangan lupa ke aming coffee buat nyobain kopi dan pisang goreng srikayanya ya mbak 😀 ,, dan betul itu, minum kopinya jgn pas malam2 haha..

Leave a Reply