Backpacker ke Raja Ampat Tanpa Travel Agent? Bisa dan Hemat!

Raja Ampat, sebuah tempat yang kecantikannya sudah mendunia, terkenal akan keindahan baik di daratannya maupun kehidupan underwater-nya. Bagi banyak orang, Raja Ampat merupakan destinasi wisata impian. Bagi mereka yang berduit tentu bukan hal sulit untuk mewujudkannya. Tapi bagi yang merasa pas-pasan, terkadang keinginan untuk bepergian ke Raja Ampat harus tertahan karena konon biayanya sangat mahal. Eitss, jangan pesimis dulu. Traveling ke Raja Ampat bisa disiasati, bisa banget!! Di sini, saya akan berbagi pengalaman hemat Backpacker ke Raja Ampat Tanpa Travel Agent.

 

backpacker ke raja ampat
piaynemo

Raja Ampat adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan ibukota Waisai yang lokasinya di Pulau Waigeo. Kalau lihat di peta, kabupaten ini berada di sebelah barat kepala burung Pulau Papua. Kabupaten ini sangat luas dan mencakup 610 pulau yang membentang dari laut halmahera sampai laut seram. Diantara pulau-pulau tersebut, terdapat 4 pulau besar di kabupaten ini yaitu Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo.

Asal Usul Raja Ampat

Keempat pulau besar itu berkaitan dengan mitos asal muasal nama Raja Ampat. Alkisah, jaman dahulu kala terdapat seorang perempuan yang menemukan tujuh butir telur. 1 telur menetas menjadi seorang perempuan, 1 telur menjadi makhluk halus, dan 1 telur lagi menjadi batu. Sedangkan 4 telur lainnya menetas menjadi 4 lelaki yang menjadi raja masing-masing di Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. 4 orang raja di 4 pulau besar itulah yang menjadi awal mula penamaan Raja Ampat (empat raja).

Tapi kalau dilihat sejarahnya, jaman dahulu Kepulauan Raja Ampat merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore. Sebagai perpanjangan tangan sultan, ditunjuklah 4 orang untuk menjadi raja lokal di Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Itulah yang menjadi dasar penamaan Raja Ampat (sumber).

Keindahan Raja Ampat yang Mendunia

Raja Ampat itu luar biasa cantiknya. Raja Ampat memiliki gugusan pulau-pulau yang sangat cantik dan unik, pasir timbul, danau indah dengan ubur-ubur tanpa sengat, sungai dengan air warna biru, dan tempat-tempat cantik lainnya. Bahkan, di Raja Ampat juga terdapat spesies burung yang sangat terkenal kecantikannya sehingga dinamakan Bird of Paradise aka burung cendrawasih.

piaynemo raja ampat
surga

Di dalam lautnya, keindahan surreal lainnya bakal kamu temukan. Beragam terumbu karang cantik berpadu dengan jenis dan ukuran ikan dan hewan laut lainnya yang beragam dan sangat banyak siap menyambut wisatawan. Bahkan, 75% jenis karang di dunia ini terdapat di Raja Ampat (sumber), wow!! Tak heran, para diver pun berbondong-bondong mendatangi Raja Ampat karenaΒ  diving sites-nya benar-benar berkelas dunia.

Hemat ke Raja Ampat Tanpa Travel Agent??? Begini Caranya..

Berapa sih biaya trip ke Raja Ampat? Biaya open trip ke Raja Ampat melalui travel agent untuk menjelajah Raja Ampat selama 3 hari 2 malam biasanya dimulai dari harga Rp3.500.000 (di luar transport pesawat/kapal pelni). Itu untuk trip sampai ke Piaynemo, biasanya malah tarifnya lebih mahal. Kalau kamu ikut open trip ke Raja Ampat lainnya seperti Wayag atau Misool harganya akan lebih mahal dari itu.

Saya melakukan perjalanan seorang diri dengan gaya backpacker ke Raja Ampat tanpa travel agent selama 3 hari 2 malam sampai ke Piaynemo. Biaya yang saya keluarkan selama 3 hari 2 malam trip ke Raja Ampat adalah sebesar Rp2.560.000 (di luar transport pesawat/kapal pelni). Itu perbandingan biaya trip ke Raja Ampat dengan dan tanpa agen perjalanan. Dibanding ikut tour, saya bisa menghemat 1 juta rupiah dengan durasi waktu yang sama..

“Kasih bocoran dong gimana cara liburan murah tanpa travel agent ke Raja Ampat???” Tenang, saya akan jelaskan bagaimana caranya karena sharing is caring. Untuk itulah artikel ini terbit. Artikel ini saya persembahkan buat kamu yang ingin melakukan perjalanan dengan perencanaan sendiri tanpa harus ikut travel agent, ke surga tercantik di Indonesia, RAJA AMPAT!! Check it out guys..

telaga manta raja ampat
telaga manta

1. Tentukan Tujuan Raja Ampat-mu

Kabupaten Raja Ampat merupakan kabupaten kepulauan yang sangat luas. Spot wisata pun lokasinya menyebar dan berjauhan. Tapi, saat ini ada 2 wilayah yang menjadi daerah unggulan pariwisata Raja Ampat. Yang pertama adalah Pulau Waigeo dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Wayag dan Piaynemo, dan yang kedua adalah Pulau Misool.

Pulau Waigeo adalah tempat ibukota Kabupaten Raja Ampat berada, Waisai. Pulau Waigeo berada di Raja Ampat bagian utara. Di pulau ini terdapat banyak tempat wisata menarik seperti teluk mayalibit dengan kalibiru-nya, tempat pemantauan burung cenderawasih, dan teluk kabui dengan batu-batu pensilnya.

Tahu Wayag dan Piaynemo? Kalau kalian ketik “Raja Ampat” di google, maka gambar yang paling banyak muncul adalah Wayag dan Piaynemo. Ya, kedua tempat itu adalah ikon pariwisata Raja Ampat. Wayag dan Piaynemo adalah gugusan pulau karst di sekitar Pulau Waigeo. Selain itu, di sekitar Pulau Waigeo juga terdapat pulau-pulau kecil dengan pasir putih yang halus dan memiliki keragaman hayati dan terumbu karang di dalam lautnya.

telaga bintang raja ampat
telaga bintang

Pulau Misool berada di Raja Ampat bagian selatan. Pulau Misool juga saat ini sudah sangat populer karena destinasi-destinasi wisatanya yang surreal. Beberapa yang terkenal diantaranya danau love, danau ubur-ubur tanpa sengat lenmakana, dan gugusan pulau karst di puncak harfat (mirip wayag atau piaynemo).

2. Transportasi

Menuju Sorong

Pintu masuk untuk menuju ke surga Raja Ampat adalah Kota Sorong di Papua Barat. Kota Sorong ini bukan ibukota Provinsi Papua Barat, tetapi kotanya sudah ramai dan penerbangan juga dengan pesawat besar.

Kalau ingin dapat harga murah, rajin-rajinlah hunting tiket pesawat promo. Coba untuk rutin membuka website maskapai, hunting di online travel agent (OTA) seperti traveloka, tiketdotcom, dan sebagainya, atau hunting saat ada travel fair. 2 orang kawan baru yang saya temui di Raja Ampat mengaku mendapat harga tiket di bawah 2 juta rupiah (kalau enggak salah sekitar 1,6jt/orang) untuk PP Jakarta-Sorong. Murah kan???

Selain pesawat, kamu juga bisa menggunakan moda transportasi kapal laut Pelni. Saya waktu itu menggunakan kapal pelni dari Ternate dengan biaya Rp397.000 (kelas 2A). Kebetulan saat itu saya juga sedang mengeksplor Maluku Utara.

Jika memilih kapal laut, siap-siap saja perjalananmu akan sangat lama. Perjalanan saya dari Ternate sampai Sorong saja memakan waktu 23 jam (termasuk berhenti beberapa jam di pelabuhan -kalau enggak salah- Bacan), apalagi kalau kamu berangkat dari Jakarta misalnya, bisa berhari-hari.

Kalau kalian sedang traveling ke Maluku atau Maluku Utara, cobalah datang langsung ke pelabuhan untuk mengecek jadwal kapal laut. Siapa tahu ada jadwal kapal yang pas untuk ke Sorong sesuai dengan jadwalΒ  perjalananmu.. Kamu bisa juga cek jadwal di situs pelni atau bertanya langsung via call centre atau via FB di fanpage Pelayaran Nasional Indonesia (@pelni162). Tetapi datang langsung ke pelabuhan biasanya lebih akurat informasinya.

Menuju Pelabuhan Rakyat Sorong

Setelah sampai di Kota Sorong, langkah berikutnya adalah menuju ke Pelabuhan Rakyat Sorong. Pelabuhan ini adalah titik keberangkatan menuju Kabupaten Raja Ampat.

Jarak dari bandara ke Pelabuhan Rakyat Sorong hanya sekitar 3,6 km. Sedangkan kalau kamu menggunakan kapal pelni, kamu turun di Pelabuhan Sorong. Dari Pelabuhan Sorong ke Pelabuhan Rakyat Sorong jaraknya sekitar 4,9 km. Catat! Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Rakyat Sorong adalah 2 pelabuhan yang berbeda.

Saat tiba, saya menggunakan angkot (FYI – orang lokal kadang menyebut angkot dengan sebutan taksi) dari pelabuhan Sorong menuju pelabuhan rakyat sorong dengan biaya hanya Rp5.000 saja. Sedangkan saat pulang, dari pelabuhan rakyat sorong menuju ke bandara dengan Ojek seharga Rp25.000. Naik ojek bisa saja lebih murah kalau kamu pintar menawar. Waktu itu saya langsung mengiyakan tarif yang ditawarkan oleh abang ojek.

pelabuhan rakyat sorong

Kapal Penyeberangan

Sudah sampai di pelabuhan, sudah menentukan mau ke Raja Ampat bagian mana, sekarang saatnya kita membeli tiket kapal cepat ke Raja Ampat.

Sorong – Waisai (Pulau Waigeo)

Kapal cepat dari Sorong ke Waisai berangkat setiap hari pada pukul 09.00 WIT dan 14.00 WIT. Lama perjalanan adalah selama 2 jam. Sebaliknya dari Waisai ke Sorong juga berangkat pada jam yang sama. Harga tiket kelas ekonimi adalah sebesar Rp125.000. Kalau kamu ingin duduk di kelas VIP, tarifnya Rp215.000. (Kalau lihat di situs ini, harga kelas ekonomi Rp125.000, tapi waktu saya ke sana Februari 2019 tarif kelas ekonomi masih Rp100.000).

Sorong – Misool

Sedangkan Kapal Cepat tujuan Misool tidak berangkat setiap hari. Sorong – Misool berangkat hari Senin, Rabu (12.00 WIT) dan Jumat (13.00 WIT). Rute sebaliknya, Misool – Sorong berangkat hari Selasa, Kamis, Sabtu. Jam berangkatnya beda-beda tergantung dari dermaga mana kamu berangkat di Misool. Dermaga Fafanlap pukul 07.30 WIT, dermaga Yelu pukul 08.30 WIT, dan dermaga Foley pukul 09.50 WIT. Harga tiketnya Rp250.000 dan lama perjalanan 4 jam.

*Kamu bisa langsung membeli tiket kapal cepat ini di Pelabuhan Rakyat Sorong.

*Jadwal dan harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk jadwal dan harga ter-update, kamu bisa melihat jadwalnya di situs ini , situs ini, atau menghubungi nomor-nomor berikut:

    • Andi Saiful 081241120349
    • H. Mishabibi 082192867504
    • Dedi 081355557309

Transport dari Pelabuhan Waisai ke Penginapan

*Note: mulai dari sini saya hanya akan menjelaskan tentang Pulau Waigeo dan sekitarnya karena saya sendiri belum pernah ke Misool. Tetapi secara garis besar mungkin informasi dan tips & trick yang saya bagikan juga berlaku di Misool.

Setelah sampai di pelabuhan Waisai, kamu harus sudah menentukan akan ke mana? Apakah ingin menginap di Waisai untuk mengexplore Pulau Waigeo terlebih dahulu atau mau langsung mau menginap di pulau??

Untuk mendapatkan atau memilih penginapan, kamu bisa mendapatkan informasi di situs ini.

Jika dari awal kamu sudah menghubungi pihak penginapan, biasanya mereka akan menjemput di Pelabuhan Waisai. Apakah ada biaya penjemputan atau tidak? Itu harus kamu tanyakan ke masing-masing penginapan. Buat kamu yang menginap di pulau biasanya akan dikenakan tarif boat penjemputan. Tapi tenang saja, kamu bisa sharing biaya dengan tamu lainnya yang satu tujuan.

Saran saya sih sebaiknya kamu menginap di pulau-pulau kecilnya terlebih dahulu. Kalau mau lanjut explore Pulau Waigeo, itu nanti di akhir perjalanan.

Untuk menuju pulau kecil, kamu harus keluar dari Pelabuhan Waisai menuju dermaga kecil yang ada di sampingnya, hanya sekitar 100-200 meter jaraknya. Di sana ada banyak boat kecil yang akan menyebar ke berbagai pulau kecil di sekitar Waigeo, misalnya ke Pulau Kri, Pulau Arborek, Pulau Gam, Pulau Mansuar, dan pulau-pulau lainnya.

pulau arborek

Dermaga kecil ini juga menjadi tempat penjualan PIN Raja Ampat seharga Rp500.000 untuk wisatawan domestik (wisatawan luar Rp1.000.000). PIN ini merupakan Kartu Jasa Lingkungan yang wajib dibeli sebelum berwisata di Raja Ampat. Biaya yang kita keluarkan tersebut nantinya untuk mendukung pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat dan memastikan keberlangsungan keanekeragaman sumber daya yang ada.

Saya memilih untuk menginap di Arborek. Biaya transfer boat dari Waisai ke Arborek saya dapat di harga Rp300.000. Di boat tersebut juga terdapat 2 wisatawan lain. Awalnya saya diminta Rp500.000, namun setelah tawar-menawar harga, saya dapat di angka Rp300.000.

Sedangkan saat kembali ke Waisai, saya juga pergi bersama 2 wisatawan lain. Saat pulang ini saya membayar Rp200.000 saja. Dapat lebih murah karena kebetulan saat itu pemilik homestay memang ada urusan ke Waisai untuk berbelanja. Nah, dengan kami yang ikut menumpang, si bapak juga akan lebih diuntungkan.

3. Penginapan Murah

Seperti yang saya sebutkan di atas, untuk mendapatkan atau memilih penginapan, kamu bisa mendapatkan informasi di situs ini. Di situs tersebut terdapat banyak informasi pilihan penginapan dengan informasi harga, fasilitas, aktivitas yang bisa dilakukan dan lain sebagainya.

Manta Homestay Arborek
Manta Homestay Arborek, cocok buat backpacker ke Raja Ampat

Penginapan yang saya tempati adalah Manta Homestay Arborek. Saya menginap di sini dengan tarif Rp350.000/malam termasuk sarapan, makan siang dan makan malam. Harga tersebut termasuk murah di Raja Ampat. Tapi, hitungannya adalah perorang. Jadi walaupun kamu menginap 1 kamar berdua, masing-masing harus membayar Rp350.000. Beberapa kamarnya ada yang berada di pinggir pantai bahkan di atas air. Sayang waktu saya ke sana, yang masih kosong hanya kamar yang terletak di daratan.

*Nomor telpon Manta Homestay Arborek 081344402542

Rata-rata tarif menginap di Arborek adalah Rp350.000/malam. Tapi kalau kamu pintar menawar, kamu bisa dapat harga lebih murah. 2 orang teman baru saya mendapatkan tarif lebih murah dari saya di homestay lain setelah melakukan tawar menawar, padahal harga awalnya sama, Rp350.000. Teman baru saya lainnya malah nggak keluar biaya sama sekali alias dapat tumpangan free, termasuk transport dari Waisai ke pulau pun free. Saya nggak bisa menyampaikan caranya di sini karena itu bukan pengalaman saya langsung, ahaha..

*Informasi tambahan: Kalau kamu sampai di Sorong terlalu sore sehingga ketinggalan kapal cepat ke Waisai, kamu bisa menginap di homestay sekitar pelabuhan yang tarifnya dimulai dari Rp150.000 saja.

Baca juga: Traveling Murah ala Backpacker ke Pulau Togean? Gampang Banget!

sunset di arborek
sunset di arborek

4. Boat untuk island hopping

Di tempat saya menginap di Arborek, setiap homestay mempunyai boat-nya masing-masing. Untuk menyewa boat ini cukup mahal tergantung destinasi mana saja yang ingin dikunjungi. Hal ini tidak masalah apabila kamu pergi beramai-ramai dengan teman-teman kamu. Tinggal share cost saja, beres.

Yang jadi masalah jika kamu pergi sendirian seperti saya waktu itu. Bagaimana cara mengatasinya supaya murah? Itulah kenapa saya memberanikan untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Dari beberapa teman baru itu, ada 2 orang yang memiliki tujuan yang sama dengan saya, ke Piaynemo.

“Kalau enggak ada kenalan gimana??” Berkoordinasilah dengan pemilik homestay. Pemilik homestay akan memberi tahu apabila ada tamu lain yang juga ingin island hopping. Jika di homestay tempat kamu menginap tidak ada tamu lain yang ingin island hopping, mintalah pemilik homestay untuk berkoordinasi dengan pemilik homestay lainnya. Siapa tahu ada tamu di homestay lain yang mau berbagi boat dengan kita untuk island hopping.

Cara terakhir adalah bergabung dengan para diver. Sebagian besar tamu yang menginap adalah diver. Mereka telah ada jadwalnya masing-masing. Dalam jadwal divetrip itu mereka juga ada sesi untuk mendarat ke pulau lainnya, misalnya Piaynemo. Jika jadwalnya pas, kamu bisa ikut join dengan mereka, sampaikan kepada dive operator atau melalui pemilik homestay. FYI, tiap pulau biasanya ada dive operator.

Saat itu, biaya sewa perahu boat dari pagi sampai jam makan siang dari Arborek ke Piaynemo adalah Rp1.500.000. Lalu di Piaynemo terdapat retribusi sebesar Rp300.000. Total yang harus dikeluarkan adalah Rp1.800.000.. Karena kami bertiga, maka hitungan perorangnya hanya Rp600.000. Di Piaynemo ada 3 spot yang kami datangi yaitu top view piaynemo, telaga manta, telaga bintang.

dore karui raja ampat
speed boat kaya gini lebih mahal tapi gak masalah kalau trip ke Raja Ampat ramean

*Boat yang kami naiki tanpa atap, Untuk speed boat biayanya lebih mahal. Tapi kalau kamu pergi beramai-ramai menurut saya enggak masalah, tetap bisa jauh lebih murah dibanding ikut open trip.

Kalau ingin menambah destinasi lain tentu biayanya akan lebih mahal. Maka bicarakan mengenai destinasi-destinasi yang ingin kamu kunjungi dengan pemilik perahu boat. Kalau kamu datang rombongan semuanya akan lebih mudah dan lebih murah.

5. Lain-lain

Kuliner

Penduduk di Kota Waisai terdiri dari beragam suku bangsa. Misalnya ada Papua Asli, Jawa, Makassar, Minahasa, dan lain-lain, sehingga kuliner pun lumayan beragam.

Tapi kalau kamu menginap di homestay di pulau-pulau kecil, tak ada pilihan di sana. Harga menginap yang kamu bayar sudah termasuk 3x makan. Menunya tergantung si pemilik homestay, seringnya sih menu ikan.

Listrik

Di tempat saya menginap di Arborek, listrik hanya tersedia mulai pukul 18.00 WIT sampai pukul 06.00 WIT. Jadi selama waktu itu, isilah baterai alat elektronik kamu.

Sinyal Internet

Di Arborek, sinyal tersedia. Tetapi untuk sinyal internet tergantung nyala atau tidaknya listrik. Jadi, selama di sana, sinyal internet juga tersedia pukul 18.00 WIT sampai pukul 06.00 WIT. Tentu berbeda kalau kamu menginap di Waisai, mendapatkan listrik dan sinyal internet akan lebih mudah.

Fasilitas Pendukung

Kalau kamu menginap di pulau-pulau kecil seperti Arborek, di sana tidak ada fasilitas pendukung seperti pasar dan ATM. Jadi, saat kamu di Sorong, sebaiknya kamu sudah menyiapkan uang tunai yang cukup dan belilah snack dan berbagai kebutuhanmu sebelum kamu terasing di pulau terpencil.

Beda kalau kamu menginap di Kota Waisai, di sana fasilitas sudah cukup lengkap mulai dari beragam tempat makan, pasar, mesin ATM, dan lain-lain.

biaya trip ke raja ampat
Backpacker ke Raja Ampat

Rincian Biaya ke Raja Ampat yang saya keluarkan selama 3 hari 2 malam:

  • Angkot dari Pelabuhan Sorong ke Pelabuhan Rakyat Sorong = Rp5.000
  • Makan siang 1x= Rp10.000
  • Tiket kapal cepat PP = Rp200.000
  • Transport boat ke penginapan PP = Rp500.000
  • Menginap 2 malam di Arborek= Rp700.000
  • island hopping = Rp600.000
  • Ojek di Waisai = Rp20.000 (dari pasar dekat muara sungai ke pelabuhan feri Waisai)
  • PIN Raja Ampat = Rp500.000
  • Ojek ke bandara = Rp25.000

Murah kan biaya liburan dengan gaya backpacker ke Raja Ampat?! Saya cuma habis Rp2.560.000.

Destinasi yang saya kunjungi selama 3 hari 2 malam Backpacker Trip ke Raja Ampat

  • Manta Point. Saat berangkat ke Arborek singgah di Manta Point, sayangnya enggak bawa alat snorkeling jadi nggak bisa nyebur. Tapi 2 bule yang nyebur pun saat itu kurang beruntung karena nggak menjumpai manta.
  • Gosong / pasir timbul, lokasinya di dekat manta point. Saya hanya melihat dari boat saja sih, malas untuk turun hehehe..
  • Pulau Arborek, pulau kecil dengan penduduk yang super duper ramah. Di sini saya snorkeling dengan ikan yang banyak banget dan terumbu karang yang lumayan cantik (Saya dipinjami alat snorkeling oleh warga lokal, di pulau-pulaunya ada penyewaan juga). Lalu berjumpa sunset yang indah, kakaktua liar, dan melihat tari-tarian tradisional yang diiringi gitar dan nyanyian merdu, duuh beautiful.
  • Piaynemo! Salah satu ikon Raja Ampat. Di sini ada gugusan pulau karst, telaga bintang dan telaga manta. Cantik Banget!!!
  • Pulau Kri, salah satu pulau populer untuk menginap di Raja Ampat. Di sini pasirnya putih, halus dan bersih banget. Saya singgah ketika perjalanan pulang ke Waisai.
pulau kri raja ampat
pulau kri

Okay travelers,, itu dia Tips & Trick untuk traveling gaya backpacker tanpa travel agent ke Raja Ampat berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Biaya ke Raja Ampat ternyata bisa hemat dan ke sana pun bisa tanpa tour operator. Sekarang udah nggak ragu lagi dong untuk jalan-jalan ke Raja Ampat? Atau kamu punya tips & trick lain mungkin? Yuk kita bahas di kolom komentar πŸ™‚

***

Traveler Paruh Waktu

*FYI: semua foto di artikel ini tanpa editan sama sekali

 

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

92 Responses
  1. WIh, Bung menginap di Arborek pas ke Raja Ampat? Syahdu banget ya Arborek? Nyebur di dermaga sore-sore, jalan-jalan di jalan tanah nggak pake alas kaki…

    Jangan-jangan ketemu sama Githa dan Marcel di Arborek Dive Shop?

    1. yoi.. wah bung juga pas ke Raja Ampat nginep di Arborek??

      Mbak Githa doang sih yg ketemu, pas pertama dateng, terus dia ngarahin ke Manta Homestay itu πŸ˜€ ..

      Tapi ngga ikut diving soalnya ngga bisa dan gak berani masuk bgt ke dalam laut, cukup snorkeling aja wkwk..

      Bener tuh, jalan telanjang kaki, snorkeling di dermaga, mantap bgttt..

      1. Yoi, di Arborek juga, Bung! Dulu nginepnya di ujung, di Arborek Homestay. Tenang banget ya di Arborek. Jauh dari bising. Nggak ke mana-mana aja udah asyik banget.

        Githa goks banget, ya? Cuma satu dari ribuan orang yang bakal komit buat tinggal di sana, pergi dari riuhnya Pulau Jawa.

        Saya malah penasaran kayaking, Bung. Waktu itu sempat liat rombongan dari Singapura kayaking dari pulau ke pulau. Kayak semut oranye ngambang di atas laut Raja Ampat yang, Bung tahu sendirilah, bikin menganga.

        Ini panduan komplit banget, Bung. Bakal rame nih kayaknya postingan. Hehehe…

        1. Arborek emang terkenal juga sih, banyak yg merekomendasikan πŸ˜€ ..

          Iya, tenang dan cocok bgt buat menghilangkan penat.. Tapi kalau bertahun2 kaya Githa duuh gak kuat saya ahahaha.. Jadi memang gokil orang2 yg komit kaya Githa itu, salut!!

          wuiih asiknya kayaking,, tapi kalau di laut lepasnya cukup berombak ya? pas kedatangan saya sih gitu sih.. Tapi pas masuk ke “tembok” piaynemo,, tenaaaang bgt air lautnya dan di sana kayanya emang gokil bgt buat kayaking.. jadi pengen..

          kalau ada yg kurang boleh sarankan untuk ditambah bung biar nanti ditambahkan πŸ˜€

          btw saya search “arborek” di blog bung tapi gak muncul, apa nggak ditulis ke blog??

          1. Buat yang terbiasa di keramaian, Arborek bakal terasa tenang banget, Bung. Kalender nggak berlaku di sana kayaknya. Jam tangan lempar aja ke laut hahaha…

            Iya, legenda banget Githa. Mudah-mudahan kawan-kawan di Arborek sehat-sehat saja, ya.

            Lumayan juga sih, Bung. Dari Waisai ke Arborek aja ada sebagian yang ombaknya lumayan. Tapi sepertinya pemandu kayakingnya sudah ngerti jalur-jalur enak supaya nggak perlu terombang-ambing.

            Ini udah lengkap banget makanya. Tapi ntar kalau tiba-tiba inget sesuatu, tak urun saran di sini. πŸ™‚ Nggak cuma sekali dua kali bakal main ke postingan yang ini. πŸ˜€

            Belum, Bung. Belum kuat mental buat nulis soal perjalanan Papua. Berbekas banget soalnya. Bingung cari sudut pandangnya gimana. Makanya ini cari-cari sudut pandang-sudut pandang baru, jalan-jalan ke blognya Bung Bara salah satu caranya, sih. Hehehe…

          2. Oh iya, baru inget sesuatu, Bung. Kebetulan pas saya ke sana, September 2019, tower kecil itu sudah diganti dengan tower besar. Pas tiba di sana, tower kecilnya lagi dimuat ke kapal buat dibawa ke pulau lain untuk sinyal perintis. Sekarang sinyal internet sudah 4G. Sempat shock juga waktu itu, soalnya sebelum berangkat menurut info sinyal masih susah di sana.

          3. iya,, waktu seperti berhenti bung,, kalau lama di sana bisa lupa hari wkwkwk..

            aamiin, semoga kawan2 di sana sehat2 aja,, rindu euy sama adek2 sama mama2 yg biasa berkumpul di tepi pantai, berbincang2 dengan mereka,, ramah2 bgt πŸ™‚ ..

            wah, saya ke sana februari 2019.. iya sih towernya gede, tapi kok sinyal masih susah ya kalau lagi ngga ada listrik wkwk..

          4. Nah, itu dia, Bung. Listrik masih jadi persoalan banget di sana. Iya juga, ya. Sama aja jadinya sinyal udah diimprove tapi listriknya belum. Hehehe…

  2. Mas Baraaaa, seru banget cerita dan tipsnya. Saya jadi penasaran, kalau kita stay di Kota Waisai-nya saja apa tetap bisa island hoping dari sana? Atau harus stay di homestay-homestay pulau kecilnya? πŸ˜€

    By the way, saya punya kelemahan yaitu nggak terbiasa mengobrol dengan stranger face to face, jadi kemungkinan besar akan sulit untuk bertanya ke orang lain apakah mereka mau sharing boat atau nggak ehehe. Gara-gara kelemahan saya ini, setiap pergi ke tempat yang susah dijangkau, pasti saya ambil tour private karena nggak nyaman dengan stranger yang notabene harga tour private-nya lumayan mahal compare to kalau bisa dibagi ramai-ramai ke orang banyak :””D

    Padahal dari dulu ingin rasanya pergi ke Raja Ampat, tapi mengingat pengalaman pusingnya waktu ikut tour private ke Labuan Bajo beberapa waktu silam, saya jadi urung mau pergi ke Raja Ampat kalau hanya berdua pasangan. Wish one day saya bisa seberani mas Bara yaaaaa :)))

    1. di Kota Waisainya bisa kok.. cuma kalau dari Waisai ke Piaynemo nanti lumayan lama di perjalanan. Arborek itu tengah2 udah sonoan dikit antara Waisai dengan Piaynemo.. Apalagi kalau ke Wayag jauh bgttttt.. Enakan LOB pake kapal phinisi sih, tapi duitnya harus siapin lebih banyak πŸ˜€ ..

      Jangan di Waisai ya, open trip tu banyak yg mulai berangkatnya dari Kota Sorong kok.. Cuma ya karena speed boat siap2 terombang-ambing bgt di lautan 2 jam lebih, apalagi februari pas saya ke sana ombak lumayan bikin mabok pas naik perahu kecil ahaha, speed boat tentu lebih gokil lagi goyang2nya ahaha.. Kalau ke Waisai dulu, setidaknya kita naik kapal besar dulu..

      Kalau berdua doang dan ngikutin cara saya (minus kenalan sama orang baru) juga bisa kok mbak,, paling agak mahal dikit lah, itu trip saya kan bolak-balik pulaunya bertiga, ke piaynemo juga bertiga.. Sering2 nego aja..

      1. Berarti biaya 2.650.000 itu bukan dari Jakarta ya kang tapi dari Maluku tapi dari Maluku?

        Cukup jauh juga kalo ke raja Ampat, harusnya mungkin seminggu kali ya baru puas tapi terkendala waktu.

        PIN raja Ampat mahal juga ya, 500 ribu tapi karena Biaya yang kita keluarkan tersebut nantinya untuk mendukung pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat dan memastikan keberlangsungan keanekeragaman sumber daya yang ada, maka aku rasa pantaslah harga segitu.

        1. 2,5jutaan itu belum termasuk transport pp ke sorongnya mas..

          Nah kalau seminggu cukup tuh, ngga terburu2, bisa puas bgtt…

          iya, semoga saja dana tersebut bisa dioptimalkan untuk pengelolaan kawasan..

          1. Sepertinya harus merogoh kocek lumayan dalam ya kang, bisa 2x gaji UMR Jakarta kali ya kalo mau enak dan tidak terlalu ngirit. Lumayan mahal tapi sesuai banget dengan keadaan Raja Ampat yang masih asri ya kang.

            Takutnya dananya malah ditilep oknum masuk kantong pribadi.

          2. intinya di hunting tiket pp nya mas. kalau kaya temen saya yg cuma 1,6jt pp.. di bawah 5 juta udah bisa tuh total biayanya..

            ya semoga aja dananya memang digunakan sesuai peruntukan ya mas..

  3. Lengkap banget kang informasinya. Aku bookmark dulu ya. Semoga blog ini makin sukses ngasih informasi traveling buat saya yang baru saja mau mencoba jalan jalan. (*Masukin raja ampat kedalam list tempat yang dikunjungi saat ada duit)

    Paling menarik ubur ubur tanpa sengat. Asik bisa berenang sebelahan ubur ubur

    1. Tips dapetin tiket murah ke Raja Ampat dan serunya liburan diulas keren …, bikin mupeng segera kesana.

      Ditambah pula ikutan baca saling balas komentar antara mas Bara dan mas Morishige …

  4. Jadi pingin kesana kalau sudah baca-baca cerita seperti itu, apalagi untuk biayanya juga terjangkau. Namun sayangnya untuk saat ini masih ada pembatasan untuk jalan-jalan, semoga setelah ini bisa jalan-jalan lagi πŸ™‚

  5. Kita yang di barat selalu menganggap Raja Ampat itu kayak susah banget dijangkau. Padahal kalau bisa cek and ricek dan ubek-ubek akomodasi mandiri bisa jadi lebih hemat. Tapi tetap aja sih, berhubung cutinya terbatas, orang seringnya lebih milih tur pakai agent. Mungkin karena fai mau ribet dan pengen praktisnya aja kali ya.

    Aku sendiri dari dulu pengen ke Raja Ampat udah yang kayak, nanti-nanti aja deh, gitu

    1. memang sih, untung2an aja kalau langsung dapet temen jalan.. beruntung sih saya kmrin ngga ada kendala buat sharing cost sm traveler lain.. tapi belum tentu juga bisa kaya gitu tiap saat kan.. paling aman emang lewat agen perjalanan kalau libur terbatas dan gak mau ribet..

  6. Sebenarnya ke Raja Ampat bisa sendiri dan memang tidak cukup mahal khususnya penginapan. Yang bikin mahal cuma sharing kapal untuk hopping island aja. Kangen pengen balik Raja Ampat lagi.

  7. saya lama tinggal disorong hampir 3 tahun,,,pulang 2019 lebaran kemaren,, sering di tawarin temen kalo libur kerja suruh main ke rajaampat gratis tis dari mulai kapal dan makan nginep juga,,,eh malah gak mau…giliran sekarang udah di rumah liat orang pada posting raja ampat malah kayak iri hemmmm

    1. waduh, sayang bgtt tuh, ke raja ampat gratis adalah impian setiap traveler πŸ˜€

      kalau saya di posisi masnya, 3 tahun itu mungkin udah kejelajahin semua sudut raja ampat wkwk..

  8. Perlu banget dibookmark nih Mas.
    Sering kepikiran sampe sana tapi paling males kalo ngetrip pake tour agent. Dan kalo wisata kayak gini selalu islands hopping yang jadi masalah. Untuk amannya ambil cutinya agak lama berarti ya. Mana tau di sana nggak setiap hari ada pelancong yang punya tujuan yang sama.

  9. menarik euy baca ala backpaker gini. bukan semata-mata dari sisi harganya aja sih, aku senang aja kayanya jadi ngatur rencana sendiri. semoga suatu saat aku bisa sampai ke Raja Ampat. Nabung dulu sambil cari tiket pesawat ke Sorong nya ah

  10. Tak kira 2.6 juta itu berangkat dari Jakarta mas. Ternyata dari Maluku ya?

    Misal di sekitar pulau yang buat menginap gitu, ada tempat wisata yang bisa dikunjungi juga nggak mas? Karena pas tak baca rincian pengeluarannya, kayaknya lumayan juga duit yang keluar buat sewa kapal + hopping island. Siapa tahu kalau ada tempat wisata yg nggak harus “nyebrang” dulu, pengeluarannya bisa lebih irit.

    1. 2,6 juta biaya di sananya aja mas.. kalau transport ke sananya, kalau dpt promo bisa dpt murah kok. itu temenku 1,6jutaan pp jakarta-sorong. sesuatu bgt..

      paling gede emang biaya boat buat jelajah pulaunya, tapi kalau makin rame kan makin murah..

      di tempat menginap, kaya di arborek itu cukup nyemplung di dermaganya, udah bisa liat ikan yang banyak bangetttttt dan terumbu karangnya juga di beberapa spot masih lumayan..

  11. wish list banget tempat ini, kudu pinter ngatur rute juga sebenernya ya, kebetulan kalo pas trip di Indo Timur kayak maluku ambon, memang sekalian pergi ke Raja Ampat, jadi budget transport juga bisa ditekan.

  12. Tempatku -> Sorong ( Pelabuhan Sorong -> Pelabuhan Rakyat Sorong ) -> ( Sorong – Waisai (Pulai Waigeo / Sorong -> Misool )
    Wahhh untuk menuju suatu lokasi harus tau nih perjalanan yang ingin dilakukan, misal step by step dari sini mau kemana lalu kemana dan akhirnya bisa sampai ke tempat yang di tuju. Untuk yang kapal penyebrangan itu Pelabuhan sorong apa pelabuhan rakyat sorong ya Ka??

    Ahhh pengen banget aku kesanaaaa, udah lama banget aku idam idamin buat bisa ke raja ampat, apalagi backpacker sendirian pasti seru bangettt.. Inspirasi banget sih perjalanannya πŸ™

  13. Lengkap banget waw! Selalu deh pingin ke Raja Ampat, sempet diinfo temen juga bisa one day trip island hopping dari Sorong, tapi kek gini apalagi budgetnya bisa ekonomis banget, wah meluncuuuuurrrr~~

  14. aku cateeet bangeeet…Belum sempat ke sini Bara, belum berjodoh sepertinya hiks. Hampir ikutan diving trip ke sini LOB seminggu tapi malah harus berangkat lebih awal penempatan ke NYC hiks. Semoga setelah pandemik bisa mengatur jadwal lagi

  15. Aih, Maak… cakep bener ya Raja Ampat, aku jadi semakin ingin ke sana. Tanpa travel agent pun ternyata bisa ya ke sana, malahan dengan budget yang lebih minim, tetapi harus dipersiapkan lainnya juga ya.

    Wow, itu penginapa Rp 350.000 per malam udah dapat makan pagi, siang dan malam; menurut saya itu mah super duper murah meskipun dihitung per orang. Karena jatah makannya dapat 3 kali oeey..

    Semoga aku bisa liburan ke Raja Ampat.. aamiin aamiin…

    1. iyaa bisa.. asal berani aja, hihi..

      iya termasuk paling murah penginapan dg harga segitu di raja ampat.. tapi yaaa, kondisinya juga apa adanya sih..

      aamiin. semoga bisa tercapai ya liburan ke Raja Ampat..

  16. Pemandangannya benar-benar mempesona, keindahan alamnya luar biasa, homestaynya juga mengundang untuk didatangi, wow banget, apalagi ada rincian finansialnya, bsa dibuat target kapan ke sana, juga ga perlu kuatir karna udah ada rekomendasi orang yang bsa dipercaya untuk dihubungi nantinya.. Tengkyu

  17. Ya ampun makin ingin ku kesana. Plis lah kororo cepet pergi, udh pengin nyusun strategi ke Raja Ampat. Mesti komporin temen2 biar bisa sharing cost ya, ya wlpun bisa jg sharing cost dg wisatawan lain ya. Mantap sih, budget segitu tinggal mikirin tiket pp jkt

    1. kororo ini bikin kita semua sedih, gak bisa jalan2 lagi skrg2 ini, bosen bgt di rumah πŸ™ ..

      nah bisa tuh komporin temen2 yg banyak.. semakin rame semakin bisa menekan biaya,, tinggal cari tiket promo, tentunya setelah kororo pergi…

  18. Aku tuh kenapa masih ragu ke raja Ampat, bukan masalah biayanya, tp lebih ke cuaca. Bakal kuat Ama panasnya ato ga :(. Secara jujur aja aku gampang sakit kalo terlalu lama kena panas.

    Padahal kalo ngeliat foto2 pulaunya yg cantik begini, airnya toska dan biru segar, duuuh pengen sih mas :). Walopun keindahan bawah airnya aku ga bakal bisa liat sih. Aku mnding berada diketinggian drpd di dalam air :(. Bisa kena panic attack.

    1. kalau panas bgt sih tentu mbak ahaha.. kalau gak mau terlalu menderita karena panas, bisa ikut yg one day trip, berangkatnya dari sorong, nginepnya kalau di Sorong tu hotelnya udah banyak standar hotel2 berbintang kaya biasanya.. atau naik kapal phinisi, ambil trip LOB 2 hari 1 malam, nginep di kapal semalam.. kalau kaya ke piaynemonya itu aku dtg jam 9an jadi blm terlalu panas..

      aduh syg bgt kalau nggak nikmatin keindahan underwaternya.. sebenernya aku juga takut sih kalau diving, tapi kalau snorkeling masih berani πŸ˜€

  19. Kakak sepupu gw kerjanya di Raja Ampat jadi guru. Sebenernya kalo mau ke sana sih gw cuman modal tiket pesawat doang. Nginep di rumah dia, main island hopping dianterin sama tetangganya (katanya). Cuman setiap gw liat harga tiket Jakarta-Sorong yang aduhai itu bikin gw males jadinya. Murahan pergi ke Hong Kong, wkwkwkwk.

    Apalagi sejak gw nikah, apakabarnya kalo bini ikut? Bisa-bisa bulan depan gw makan batu. Wkwkwkwk.

    1. makanya masbro, sering2 hunting tiket promo.. enak bgt itu mah tinggal datang aja ke sana di sananya dilayani bak raja hahaha.. gue nyamar jadi lu aja bro supaya di sana bisa diajakin island hopping wkwk..

Leave a Reply