Danau Biru Kolaka dan Cewek Tolaki

Sebuah cerukan tersembunyi diantara tebing-tebing tinggi nan rimbun di hutan hujan sulawesi. Di samping tebing terdapat sebuah pantai di Teluk Bone. Entah ada terowongan atau hanya resapan, cerukan itu terisi air. Airnya berwarna biru jelas, yang menguasai setiap permukaan danau. Danau unik ini terkenal dengan nama danau biru yang berada di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

danau biru kolaka utara

Bikepacking ke Danau Biru Kolaka Utara

Pagi sekali saya sudah bersiap. Sepotong roti dan secangkir teh hangat tersaji, lumayan buat energi tambahan untuk perjalanan hari ini menuju danau biru di perbatasan kolaka utara – kolaka.

Dengan sepeda motor butut yang saya beli di Kendari, saya melaju melewati jalanan yang sepi dan mulus. Semakin jauh, jalanan halus susah ditemui, berganti dengan jalan berlobang.

Di tengah perjalanan saya berhenti, tepat di sebuah warung bakso dan mi ayam.. Rupanya, sepotong roti tak cukup untuk mengganjal perut pagi itu. Memang, rotinya kecil. Saya pun memesan mi ayam di warung ini.

Mi ayam tersaji, tetapi sungguh aneh, beda sekali dengan mi ayam yang biasa saya jumpai. Mi-nya indomie, ya indomie! Lalu, toppingnya juga aneh, suwiran ayam dan kacang. Saya lupa detilnya, yang masih saya ingat adalah ini mi ayam paling ngga enak yang pernah saya makan. Tapi tetap saya habiskan berhubung perut ini terasa lapar dan badan terasa lemas.

Sekitar 2,5 jam perjalanan, saya sampai di lokasi danau biru kolaka utara sesuai map. Di sebuah jalan menurun dengan sisi kanan tebing dan sisi kiri jurang. “Mana danaunya? Hutan begini, enggak ada plang, enggak ada tampak kendaraan terparkir, enggak ada tampak keramaian. Apa harus trekking??” gumam saya waktu itu.

Dibalik keraguan, feeling saya mengatakan untuk terus melanjutkan perjalanan. Secercah cahaya muncul, terdapat plang yang mengarahkan saya menuju lokasi danau.

Saya ikuti petunjuk jalan. Bukan lagi aspal yang harus saya lindas, tapi jalanan tanah becek berbatu. Ratusan meter telah dilalui sampai akhirnya saya bertemu dengan ramainya kendaraan terparkir dan warung-warung yang berjejer. Akhirnya saya sampai di danau biru kolaka utara.

danau biru kolut

Saya berjalan kaki dan menaiki tangga. Setitik warna biru terlihat, semakin dekat semakin jelas dan terpampanglah danau biru yang cantik di depan mata. Di sekelilingnya adalah pagar alam berupa tebing-tebing tinggi dipenuhi pepohonan rimbun.

Saya buka google maps, mencocokkan dengan apa yang ditunjukannya dalam perjalanan. Ternyata danau biru ini berada di titik yang sama dengan yang ditunjukkan oleh google maps. Hanya saja, tadi saya berada di atas tebing, di jalan, dan danau biru kolaka utara ini berada di ujung jurang.

Kenalan Sama Cewek Tolaki

“Ada gak ya orang yang mau fotoin” tiba-tiba ada sekelompok cewek yang nyeletuk, tepat di samping saya.

“Ah kode banget nih, kenapa nggak langsung minta fotoin aja adek-adeeeeek” gumam saya dalam hati.

“Mau difotoin? Sini”, akhirnya saya menawarkan diri untuk memotret mereka.

“Youtuber ya mas? Rekamin kita dong!” Ujar salah seorang dari mereka setelah berfoto, yang ternyata memperhatikan saya yang dari tadi megang kamera ber-gorrila pod sambil ngoceh nggak jelas :D..

Saya hanya tersenyum, lalu mengajak mereka untuk masuk frame πŸ™‚ . . Video danau biru dan cewek tolaki bisa dilihat di bawah ini..

Saya berkenalan dengan mereka. Mereka adalah gadis-gadis suku Tolaki, suku asli Sulawesi Tenggara. Mereka yang berasal dari Kabupaten Konawe sedang berlibur ke Kolaka, ke danau biru dan ke sungai tamborasi.

Selesai berbincang-bincang, kami berkutat dengan aktivitas masing-masing. Cewek-cewek Tolaki itu berfoto, sama seperti mayoritas pengunjung lainnya. Sedangkan saya menjelajah sisi lain danau.

Indahnya Danau Biru Kolaka Utara

Saya awalnya ingin nyebur ke jernihnya danau biru kolaka utara. Tapi setelah lihat ada yang menyewakan ban, ntah kenapa tiba-tiba pikiran saya menuntun saya untuk sewa ban saja. Padahal saat itu saya juga celana dan celana dalam buat ganti. Sedangkan baju hanya yangΒ  menempel di badan.

danau biru kolaka

Danau ini indah, warna airnya biru dan lokasinya tersembunyi dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi, di balik rapatnya hutan hujan sulawesi. Bahkan, laut yang hanya berjarak beberapa meter pun tak tampak karena tertutup tebing yang tinggi.

Saya berdiam di atas ban, memandang sekeliling dan mendapati danau laguna ini sangat indah. Saya membayangkan kondisi danau biru kolaka utara ketika masih alami tanpa adanya anjungan dan tulisan “danau biru”. Kondisi ketika pohon dan ilalang masih dibiarkan sealami mungkin. Kondisi sebelum menjadi tempat wisata seperti ini. Pasti sangat indah, sepi dan natural. Hanya saja pasti bisa bikin bulu kuduk merinding karena sunyi dan terpencilnya, apalagi di Indonesia dipenuhi hal-hal mistis kalau berkaitan dengan tempat seperti ini.

Di ujung danau, tampak anak-anak remaja asik memacu adrenalin, melompat dari tebing. Ada rasa iri melihat anak-anak itu. Saya ingin sekali cliff jumping, seperti mereka. Hanya saja, keberanian saya bermasalah dengan ketinggian.

Cukup lama saya bersantai di atas ban sampai saya menyadari ternyata air telah merembes ke celana dan kaos bagian belakang saya. Mungkin ini tandanya saya harus mengakhiri kunjungan di danau biru kolaka. Sebelum hari semakin sore, saya harus pindah ke lokasi berikutnya, sungai tamborasi.

pak marna yang menyewakan ban di danau biru kolaka utara
Pak Marna

Saya bergegas naik ke anjungan, lalu bingung. Tak ada ruang ganti di pinggir danau. Tapi Pak Marna, bapak yang menyewakan ban sigap dengan menyediakan sebuah sarung untuk ganti pakaian (terima kasih pak). Mungkin di dekat parkiran ada ruang ganti dan toilet, hanya saya tak memperhatikannya.

danau biru kolaka utara
traveler paruh waktu

Sebelum meninggalkan danau ini, saya menjelajah ke area pepohonan sambil menjemur baju yang basah. Di area hutan ini sepi, semua orang terpusat di anjungan dan di danau.

Setelah semua beres, saya meninggalkan danau biru kolaka dengan rasa bahagia. Sedangkan cewek-cewek tolaki tadi sudah tak terlihat di depan mata.

Baca juga: Wisata Kolaka

Cara dan Biaya ke Danau Biru Kolaka Utara

Untuk menuju ke danau biru kolaka, kalau kamu dari luar Sulawesi Tenggara kamu harus datang dulu ke Kendari. Dari Kendari kamu harus ke Kolaka terlebih dahulu, saya melaluinya selama 4 jam berkendara naik motor. Saya enggak tahu apakah ada angkutan umum tapi seharusnya sih ada travel ya.

Saran saya, menginaplah di kota Kolaka. Di sana banyak penginapan dan tempat lainnya. Nah, dari Kolaka sampai ke danau biru di perbatasan kolaka – kolaka utara membutuhkan waktu antara 2-2,5 jam naik motor. Saya pun nggak tahu apakah ada angkutan ke sana. Mungkin bagusnya kamu cari rental mobil atau motor di Kolaka.

Tiket masuk : Rp5.000

Parkir motor : Rp5.000

Sewa ban : Rp10.000

cewek tolaki
cewek-cewek suku tolaki

***

Traveler Paruh Waktu

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

18 Responses
  1. Cantik-cantiiiik πŸ˜€

    And as usual, foto pemandangannya selalu ter-capture dengan baik πŸ˜€ birunya itu lho, buat orang nggak sabar mau loncat dan mandi hahaha too bad saya nggak bisa berenang. Jadi cuma bisa melihat dari foto di sini πŸ˜€

    By the way, harga tempat wisata lokal tuh affordable banget ya. Kebanyakan lima ribuan πŸ˜€

    1. thank you..

      birunya emang menggoda banget.. kalau gak bisa atau males berenang, tenang aja ada penyewaan ban, bisa santuy di atas air sambil ngeliatin pemandangan hehe..

      iyaa, kebanyakan tiket masuknya 5ribuan..

  2. Cakeep-cakep viewnya, off course, the girls too haha

    Pantai atau danau, saya paling nggak tahan kalau nemu alaman2an berwarna turquoise. Apalagi letaknya di tengah hutan.

    Hidden gem bgt ya mas. Di bookmark dulu kali saja suatu saat ke Kendari

Leave a Reply