Review Jujur Hotel Golden Tulip Pontianak

Setelah hidup selama 31 tahun, akhirnya saya menginjakkan kaki di tanah Borneo. Kalimantan Barat adalah provinsi pertama yang saya kunjungi di Kalimantan, tepatnya di Kota Pontianak. Tujuan utama saya ke Pontianak bukan untuk jalan-jalan, melainkan untuk mengikuti sebuah acara yang melibatkan kantor tempat saya bekerja. Acara ini diadakan di Hotel Golden Tulip Pontianak, sekaligus tempat saya menginap.

perkebunan kalimantan barat dari atas
kalimantan pertama saya

Dalam websitenya, dijelaskan bahwa Hotel Golden Tulip Pontianak merupakan bagian dari jaringan Louvre Hotel yang merupakan jaringan hotel terbesar kedua di Eropa. Wuiih gokil..

Lalu gimana rasanya menginap 2 malam di Hotel Golden Tulip Pontianak ini? Nyaman gak sih nginep di hotel bintang 4 yang satu ini??? Lanjut..

Lokasi

Hotel Golden Tulip Pontianak berlokasi di Jl. Teuku Umar No.39, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Hotel Golden Tulip Pontianak
Hotel Golden Tulip Pontianak tampak depan

Hotel ini mudah dijangkau dari bandara kareana tidak banyak berbelok. Sopir taksi pun langsung paham begitu saya sampaikan tujuan saya.

Sesampainya di hotel, terdapat tangga dan eskalator. Keberadaan eskalator sangat membantu untuk menuju lobi yang letaknya memang cukup tinggi. Lobinya kecil, yang langsung bersanding dengan restoran. Tanah hotel ini tidak terlalu luas sehingga area depan juga dibuat seefisien mungkin.

Menurut saya, lokasi Hotel Golden Tulip Pontianak cukup strategis. Ke Kopi Asiang yang terkenal itu cukup dekat, cuma 800 meter. Ke Aming coffee yang juga hits pun dekat, cuma sekitar 1,4 km. Di sekitar hotel juga ada beberapa cafe/coffee shop, sebut saja misalnya Starbuck yang jaraknya cuma 200 meter. Di seberang hotel terdapat beberapa toko dan mini market. Tempat makan juga terlihat ada beberapa di sekitar hotel, bahkan ada angkringan.

Selain itu, Hotel Golden Tulip Pontianak juga cukup dekat ke Taman Alun Kapuas, sekitar 1,7 km saja. Dari taman ini, kita bisa naik kapal mengarungi sungai kapuas. Sayang sekali, saya tak sempat mengunjungi taman ini.

Kalau ke Tugu Khatulistiwa? Nah kalau ke sini jauh, karena memang tugu khatulistiwa lokasinya di pinggiran kota, hehe..

sungai kapuas kota pontianak
sungai kapuas kota pontianak

Fasilitas

Apa saja yang ditawarkan oleh Hotel Golden Tulip Pontianak?

Dalam situs webnya, Hotel Golden Tulip Pontianak menawarkan:

  • Global Services
  • Food & Beverages
  • Spa & Welness
  • Swimming Pool
  • Weightlifting Equipment
  • Transportation
  • Meeting Room

Saya nggak akan membahas semuanya, hanya akan membahas fasilitas yang saya gunakan, dalam hal ini adalah meeting room.

Meeting room yang jadi tempat acara yang saya ikuti cukup luas dengan ac yang dingin. Hanya saja, sepengetahuan saya, colokan listrik tidak banyak tersedia. Biasanya, meeting room menyediakan colokan listrik selain di dinding, juga di lantai. Di Hotel Golden Tulip Pontianak, saya tidak melihat colokan listrik di lantai meeting roomnya (cmiiw). Di dinding pun terbatas, ini cukup menyulitkan buat kamu yang tak bisa lepas dari laptop saat acara pertemuan berlangsung.

Kamar

Seperti kebanyakan hotel bintang 4, kita hanya bisa menekan tombol lift dengan kartu sesuai dengan lantai kamar kita, di luar lantai umum seperti kolam renang, ruang pertemuan dan lain sebagainya.

Di Hotel Golden Tulip Pontianak, saya menempati kamar nomor 531. Setelah keluar dari lift, petunjuk arah menuju kamar menurut saya cukup jelas.

view dari kamar hotel golden tulip pontianak

Setelah menempelkan kartu, saya masuk ke dalam kamar. Penataan kamar seperti hotel berbintang pada umumnya, di mana kita akan disambut lemari dan kamar mandi sebelum memasuki area tidur.

review hotel golden tulip pontianak
ada senternya cuy

Kartu saya gantungkan pada tempatnya, listrik menyala. Terdapat lemari terbuka dengan beberapa hanger telah tergantung di tempatnya. Di sana juga terdapat brankas, laundry bag, dan sepasang sandal hotel. Yang unik, di sini ada senter. Baru kali ini saya menemukan hotel yang menyediakan senter di kamarnya. Jadi curiga, jangan-jangan di hotel ini sering mati lampu? ahaha.. Setelah 3 hari 2 malam, kekhawatiran itu tak terjadi kok, hehe..

review hotel golden tulip pontianak

Di samping pintu kamar mandi terdapat sebuah cermin dan di atasnya terdapat petunjuk arah kiblat. Nice, nggak perlu buka aplikasi handphone. Di seberangnya terdapat connecting door ke kamar sebelah.

Lantai yang digunakan di area lemari adalah keramik, sedangkan begitu memasuki area tidur lantainya memakai parquet which is my favorite flooring, πŸ˜€ ..

review hotel golden tulip pontianak

Seperti biasa, di depan tempat tidur terdapat meja tv. Di mejanya terdapat beberapa laci dan ada juga cermin. Di sebelahnya terdapat tong sampah.

review hotel golden tulip pontianak
ada buah

Di meja itu terdapat tv, tisu, buku menu (cmiiw), kulkas mini, minuman (teh, kopi, creamer, gula) dan pemanas air serta gelasnya. Saya alihkan pandangan ke pojok meja dekat jendela. Surprised! ada sepiring buah di sana. Jeruk, apel dan salak. Patut diapresiasi sekali *standing applause! Seingat saya, baru kali ini saya disambut buah di kamar hotel.

review hotel golden tulip pontianak

Sekarang kita bahas tempat tidurnya. Dari pertama masuk kamar, elemen kayu terlihat kuat di mana-mana. Di area tempat tidur ini bahkan lebih kuat lagi. Ranjang, nakas/side table, lantai, dan sandaran tempat tidur didominasi elemen kayu berwarna coklat gelap. Bahkan, saklar listrik pun memakai warna gelap sehingga membuatnya lebih menyatu dengan elemen kayu gelap di sekitarnya.

review hotel golden tulip pontianak
Hotel Golden Tulip Pontianak

Saya yang cukup kelelahan setelah terbang dari Padang dan transit di Jakarta segera melempar badan di kasurnya. Ah, nyaman..

view dari kamar hotel golden tulip pontianak

Di salah satu dinding terdapat sebuah lukisan pemandangan sawah dan pegunungan, sekilas otak saya memutar kenangan masa kecil. Gambar-gambar seperti ini lah yang menghiasi buku gambar saya kala SD πŸ™‚ ..

review hotel golden tulip pontianak
view dari kamar hotel golden tulip pontianak

Di sisi lainnya adalah jendela kaca yang lebar dengan gorden yang juga berwarna coklat. View dari jendela gimana? Biasa saja, hanya pemukiman penduduk.

Yang sangat disayangkan adalah pintu yang sepertinya kurang rapat, terutama connecting door ke kamar sebelah. Beberapa kali saya beranjak dari tempat tidur ketika saya merasa ada seseorang yang mencoba membuka kamar saya. Lama-lama saya merasa horor, apalagi mengingat sejarah kota Pontianak yang konon dulunya banyak Kuntilanak. Pontianak sendiri artinya Kuntilanak.

Tetapi saya tetap berpikiran positif. Ketika terjadi lagi bunyi seperti pintu kamar saya yang dicoba dibuka, saya perhatikan. Ternyata, suara pintu dibuka itu datangnya dari kamar sebelah. Suaranya sangat jelas sekali masuk ke kamar saya melalui connecting door. Entah apakah di sini saja atau semua kamar hotel ber-connecting door memang seperti itu mengingat ini pertama kalinya saya tidur di kamar hotel yang ada akses ke kamar sebelahnya. (Yang punya pengalaman tentang ini boleh dishare di kolom komentar).

AC dan Wifi

Di dinding yang sama dengan lukisan, terdapat alat pendeteksi asap dan tombol pengaturan AC. Lagi-lagi saya menginap di kamar dengan tombol AC di dinding. Terlihat keren tapi cukup menyusahkan saat kita ingin mengaturnya karena harus beranjak dari tempat tidur.

ACnya dingin? Dingin dong.. Bahkan AC dari luar kamar pun terasa sampai ke kamar. Entah ini kelebihan atau kekurangan, antara AC yang terlalu dingin atau pintu kamar yang kurang rapat, πŸ˜€ .. Karena AC dari luar kamar terasa, saya 2 malam tidur nggak pernah menyalakan AC. Ya, saya kurang suka dingin dan udara dingin dari luar kamar sudah cukup untuk mengantar saya ke alam mimpi.

Sekarang kita bahas wifinya.. Saya nggak mengetes kecepatan internetnya secara statistik seperti menggunakan speedtest.net misalnya.. Tetapi, selama saya pakai untuk membuka blog, instagram bahkan streaming video di youtube, semuanya lancar, nggak ada kendala, nggak buffering, baik saat dipakai di kamar maupun di meeting room, semuanya lancar.

Colokan Listrik

Nah, colokan listrik nggak kalah penting nih, terutama buat yang punya banyak gadget.. Apalagi, kalau kita sekamar berdua, jumlah colokan listrik akan cukup krusial.

Di Hotel Golden Tulip Pontianak, Total colokan listrik di kamar yang saya tempati ada 6 buah. 2 di sisi tempat tidur, 3 di meja tv dan 1 di kamar mandi. Adanya colokan listrik di masing-masing sisi tempat tidur menurut saya tepat, kita dan teman sekamar kita bisa main handphone sambil rebahan dan sambil mengisi daya handphone, bandingkan dengan kamar I Hotel Baloi yang pernah saya review sebelumnya.

Kamar Mandi

Seperti biasa, kamar mandi memiliki 2 area, area kering dan area basah. Pertama kita disambut oleh area kering. Terdapat wastafel dan toilet duduk di sana.

review hotel golden tulip pontianak

Di wastafel, sudah tersedia sabun batangan, sabun cair, shampo dan body lotion yang tersusun rapi di atas sebuah tatakan kecil. Di sebelahnya terdapat tatakan lebih besar berisi toiletries kit lainnya. Ada sisir, sanitary bag, shower cap, dental set dan vanity kit, dan tisu. Lalu di bawahnya terdapat sebuah tong sampah. Lengkap! Itu yang bisa saya katakan, bahkan ada vanity kit berisikan 2 cotton bud, kapas dan pembersih kuku. Sesuatu yang jarang dijumpai.

review hotel golden tulip pontianak

Selain itu, sikat dan pasta giginya juga bukan kaleng-kaleng. Pasta gigi walaupun bentuknya kecil seperti di hotel biasanya, tapi rasanya di mulut tu enak, selevel pasta gigi warung. Begitu juga dengan sikat giginya yang lembut setara dengan sikat gigi warung.

Sayangnya, walau ada colokan listrik di kamar mandi, tapi tak disediakan hair dryer di sini. Well, saya sih nggak butuh ya, tapi biasanya para wanita membutuhkannya. Dan biasanya hotel bintang 4 menyediakannya.

review hotel golden tulip pontianak

Bergeser ke toilet. Di atas toilet terdapat gantungan handuk. Selain itu, gantungan juga terdapat di pintu.

Toiletnya berfungsi dengan baik, dengan bidet yang juga pas tingkat semburannya. Kalau kamu terbiasa pakai tisu, di samping toilet juga disediakan tisu toilet.

review hotel golden tulip pontianak

Antara area kering dengan area basah dipisahkan oleh sekat kaca. Hanya saja, sekat itu hanya memisahkan setengah area dan tidak ada pintu kaca untuk menutupnya. Hal itu membuat percikan air mandi kita membasahi area keringnya. Tapi tenang saja, ada kain keset di sana.

Selain itu, kualitas mandi tokcer! Air cepat panas. Setelah saya hitung beberapa kali, hanya butuh waktu kira-kira sekitar 5 detik sampai air panas keluar. Tergolong cepat menurut saya.

review hotel golden tulip pontianak
selfie dulu guys

Makanan

Dari makan siang di hari Senin sampai sarapan di Rabu pagi, semuanya saya lakukan di Hotel Golden Tulip Pontianak, bahkan juga menikmati beberapa snack di meeting room. Lumayan banyak makanan yang saya santap, dan saya akan merangkumnya seperti ini:

  1. Ayam garlic –> sepertinya bumbu tidak merata, di beberapa bagian terasa plain.
  2. Mie jawa –> sepertinya kurang bumbu, kurang terasa.
  3. Capcay –> termasuk paling enggak enak dari semua yang saya coba di sini, karena yaaa, sangat datar rasanya.
  4. Ikan sauce colo-colo –> Ini enak banget, bumbunya terasa dan merata, ikannya juga lembut banget, sausnya pas.
  5. Sayur pakis –> cukup enak, bumbunya merata dan terasa.
  6. Ayam goreng –> rasanya biasa saja.
  7. Blackpaper beef –> Nah ini juga enak, empuk dan bumbunya merata.
  8. Rawon –> bumbu dan rempah cukup terasa hanya saja dagingnya agak keras.
  9. Potato wedges –> not bad, lumayan kok.
  10. Sosis –> ini juga enak.
  11. Beef balado –> Dagingnya agak alot dan bumbunya gak pedas (saya bukan pecinta pedas).
  12. Baked bean –> not a fan of it.
  13. Omelet –> enak kok, gurih dan lembut.
  14. Ayam mentega –> lagi-lagi masalah per-ayam-an kurang enak, bumbunya selalu kurang merata.
  15. Mie aceh –> Tidak seperti mie aceh yang saya makan di aceh (tentunya), kurang enak.
  16. Pacri nanas –> manis. Ini aneh sih menurut saya, baru kali ini makan nasi pakai nanas, kayak enggak cocok aja gitu.
  17. Fish with rica-rica sauce –> Ini juga paling enak, enak banget. Menu ikan di sini adalah yang terbaik. Ikannya lembut banget, bumbu juga merata, sausnya juga pas rasanya.
  18. Ayam betutu –> dari beberapa ayam yang saya makan, akhirnya nemu juga yang enak. Ini adalah ayam terbaik yang disajikan oleh Hotel Golden Tulip Pontianak.
  19. Fried fish with mango sauce –> Pokoknya yang berhubungan dengan ikan di hotel ini tu enak.
  20. Green beans with salted egg –> Ini juga enak, gurih dan asinnya pas.
  21. Chai Kwe –> Makanan khas Pontianak. Saya kira rasanya mirip-mirip dengan dim sum atau siomay, ternyata di luar ekspektasi saya. Saya kurang menyukai kuliner ini, apalagi, potongan bengkoangnya bikin rasanya aneh.

chai kwe

Pelayanan Staf Hotel

Di pagi kedua, saya meminta tolong kepada pelayan restoran untuk mengisikan kembali gelas di tempatnya yang kosong, kebetulan di meja saya juga tak tersedia gelas+air. Saya kembali ke meja saya untuk sarapan. Setelah sarapan saya habiskan, saya kembali ke area gelas dan mendapati di sana masih kosong. Terpaksa saya memakai mangkok kecil untuk minum.

Selain itu, pelayanan staf hotel standar-standar saja.

Ada plus, ada juga minusnya. But overall, hotel ini bukanlah hotel yang memberikan kesan mendalam bagi saya. Tapi bisa saja pengalaman kamu berbeda, bisa saja otak kamu juga berbeda dalam menerjemahkan apa yang lidah kamu rasakan terhadap makanan di Hotel Golden Tulip Pontianak, dan hal-hal lainnya.

Kalau ada yang punya pengalaman menginap di sini, boleh dituliskan di kolom komentar πŸ™‚

 

***

Traveler Paruh Waktu

Travel Blogger Indonesia. Traveler Paruh Waktu. 100% sundanese. ASN pengagum Ibu Pertiwi, terutama akan keindahan alamnya. Suka bertualang, suka bercerita, suka membuat video.

Related Posts

19 Responses
  1. Golden Tulip itu salah satu perusahaan bos saya, wkwkwkwk

    Dia punya saham di situ. Makanya kalo ke suatu kota ada hotel Golden Tulip, pasti kita pada nginep di situ. Harganya harga khusus staff, wkwkwkwk.

  2. Aku belum punya pengalaman bermalam di hotel satu ini, tapi ngga apa2 ya ikutan berkomentar

    Hal pertama yang jadi menarik pethatian buatku tuh …, senter.
    Terus terang, beberapakali bermalam di hotel aku ngga pernah nemuin alat senter di kamar.
    Jadi, lihat foto tadi .. langsung bikin senyum2 sendiri.
    Tapi, kreatif juga hotelnya nyedian senter he he he

    Yang kedua, rasa masakannya disayangkan kalau cita rasanya seperti itu.

  3. Deskripsi Bung soal pusat kota Pontianak mengobati kangen sama kota itu. Sempat bolak-balik kota ini dulu pas KKN di Singkawang. Tersenyum saya pas baca ternyata di Ponti sudah ada Starbucks sekarang.

    Btw, amenitas di kamar Golden Tulip lumayan juga, ya. Buah-buah compliment itu unik banget.

    Wah, sayang banget nggak ada sotong pangkong di sana. Padahal sotong pangkong udah jadi semacam kuliner signatura-nya Ponti.

    1. Wah ternyata ada kenangan di Pontianak dan Singkawang yaa.. Pgn sih ke Singkawang juga, tapi syg kemarin waktunya singkat..

      next time kalau ada waktu ke sana lagi bakal kubabat habis kuliner2 khas pontinya ahaha..

      1. Iya, Bung. Kenangan sama kawan-kawan dulu.

        Mitosnya, kalau pernah minum (atau raup) air Sungai Kapuas, bakal balik lagi ke sana. Tapi ini udah hampir satu dekade belum balik-balik nih gimana hahaha…

      2. Saya pernah coba Golden Tulip di 2 tempat, yang satu di tengah kota Denpasar, tepat di samping underpass, dan yang satu lagi di Batu, Malang (ini agak baru hotelnya). Hehehe, pengalaman pada ke duanya lumayan bagus, not bad-lah untuk kelasnya πŸ˜€

        Eniho, mas Bara berhasil menghabiskan semua makanan yang mas coba di atas? :O mantap hahahaha, saya kalau sarapan nggak bisa makan banyak soalnya. Padahal kadang ada begitu banyak menu yang enak dan wajib dicoba, tapi nggak tau kenapa, kalau pagi gampang banget fullnya πŸ™

        Ohya, kalau di Korea, rata-rata semua hotel even yang kelas bawah pasti menyediakan senter, kadang dipasang di dinding yang gampang terlihat mata, namun ada juga yang disimpan di dalam lemari. Karena buat mereka, senter ini bagian dari safety. Padahal kalau dipikir, mati lampu sangat jarang terjadi πŸ˜€

        1. Banyak juga ya Golden Tulip di Indonesia..
          Habis dong makanannya,, tapi itu bukan hanya sarapan aja kok, makan siang dan makan malam juga di sana ahaha,, dan aku biasanya ambilnya porsi dikit2 supaya bisa banyak variannya..

          Wah ternyata di Korea pada pake senter juga ya.. Ini standar internasional atau gimana ya? Soalnya di hotel bintang 4 lain nggak pernah nemuin ..

  4. Tanza Erlambang

    saya ke Pontianak puluhan tahun lalu, kayaknya sudah banyak berubah…..
    jadi ingat chai kwe…..weunaaak…

    Thank you for sharing

Leave a Reply