Ketika Keindahan Hampir Menciptakan Tragedi di Pulau Bidadari

After say hi to a bunch of giant lizards in Rinca and sunbathing in a very small island Kanawa, it’s time for us to visit the last destination of that one day trip to Komodo National Park. Yeap, next chapter is Angel Island aka Pulau Bidadari. It has the same name with an island in Thousand Islands Jakarta, but it is located in Komodo National Park.

pulau bidadari
Pulau Bidadari, Flores. pinjem pic berangan_trip

Pulau Bidadari, dari namanya aja udah pasti bayangan kita adalah suatu pulau yang cantik laksana bidadari, iya kan?? 😀 . Sama seperti halnya Kanawa, pulau Bidadari labuan bajo ini juga dikelola oleh WNA. Ya inilah salah satu hal yang bikin saya miris, huks.

Di negara kita ini kan banyak banget tempat wisata yang indah dan punya nilai jual, tapi sayangnya banyak dikelola oleh WNA karena mereka mampu menangkap peluang lebih baik dan modal yang lebih mumpuni. Kalau datang ke pulau-pulau macam ini, seolah-olah kita menjadi tamu di negeri sendiri..

pic by zahraizz17.blogspot

Back to topic!! Sama seperti pulau-pulau lainnya di wilayah Taman Nasional Komodo, pulau bidadari labuan bajo ini dikelilingi pasir putih yang lembut dengan warna laut yang ciamik. Jangan lupa keindahan kehidupan di dalam lautnya, bisa membuat siapapun tercengang. Di tengah pulau ini juga terdapat bungalow-bungalow tempat menginap para traveler.

Perjalanan dari pulau kanawa ke pulau bidadari labuan bajo nggak begitu jauh. Begitu sampai di pulau ini, saya dan Augus langsung memasang snorkel gear untuk kembali menikmati keindahan coral dan ikan-ikan di dalam lautnya. Sedangkan Pak Zen bersantai bersama kapten kapal dan ABK di atas kapal. Mungkin Pak Zen sudah lelah dengan padatnya aktivitas kami hari ini.

 Pulau Bidadari Labuan Bajo
Snorkeling di Pulau Bidadari Labuan Bajo Flores

Saya dan Augus pun nyebur menikmati keindahan coral dan ikan warna-warni di pulau bidadari labuan bajo ini. Begitu saya benamkan wajah ke dalam air, rasa takjub langsung menyelimuti. Wooow!!! Terumbu karang di sini masih sehat banget, bentuknya juga beragam. Tak lupa keberagaman ikan warna-warni yang indah meliuk-liuk ke sana kemari.

Lagi asik menikmati panorama dalam laut, tiba-tiba Pak Zen teriak “Bar, ada hiu kecil!!! Saya dan Augus mendekati spot yang ditunjuk Pak Zen, dan disitu seekor hiu berukuran kecil sedang asik berenang kesana kemari. Ntah emang jenis hiu kecil atau itu baby shark, i dont know..

Dan, Tragedi Terjadi

Keasikan snorkeling karena keindahan view bawah lautnya membawa saya dan Augus berenang lebih ke tengah ke spot yang lebih dalam. Hingga akhirnya ada kejadian yang bikin saya sport jantung.

Si Augus tiba-tiba panik dan minta meminta pertolongan sambil cengap-cengap mencoba keluar dari air. Saya pun ikutan panik tapi berusaha menolongnya. Saya ulurkan tangan supaya Augus menggenggamnya dan kemudian saya tarik ke tepian. Ternyata saya gak bisa berenang dengan kondisi seperti itu. Saya tambah panik dan mencoba memikirkan cara lain.

Baca perjalanan sebelumnya ke:

Pulau Rinca (klik di sini)

Pulau Kanawa (klik di sini)

“Gus, tunggu bentar, gue cari pertolongan dulu, lu usahain tenang dan mencoba ngambang ya”. Saya segera menepi sambil teriak minta tolong ke Pak Zen.. “Pak toloooong, Augus tenggelam”. Dari kejauhan, Pak Zen terlihat hanya cengar-cengir aja sambil ekspresi muka bingung.  “Duh gimana ini Pak Zen gak denger keknya”. Saya menoleh ke Augus dan dia udah lebih tenang karena telah menemukan pijakan sebuah batu besar. Fiuh agak tenang..

Augus mengatur nafas dan menenangkan diri. Setelah dirasa cukup tenang dan energi pulih, Augus berenang ke pinggir. Tak lama kemudian, Augus sampai di tepian.. Fiuuuh. “Tadi ada arus kenceng di sana dan gue ketarik, untung akhirnya ketemu batu buat berpijak”, Augus menceritakan apa yang terjadi. Untungnya ada batu pijakan itu, kalau enggak ada, gak tau deh gimana nasib Augus.

Kami pun kembali ke kapal. Sesampainya di kapal, Pak Zen nyeletuk, “Kenapa tadi bar? Dapat ikan?”.. “Hahaha, bukan pak, Augus tadi hampir tenggelam”. Jarak yang cukup jauh membuat komunikasi saya dan Pak Zen jadi gak nyambung saat Augus tenggelam. Akhirnya kami ceritakan kejadiannya.

Augus sebelum “tenggelam”

Setelah tragedi itu, ternyata Augus masih belum kapok buat snorkeling. “Sayang ah udah jauh-jauh ke sini masa gak dinikmatin view underwaternya”, ahaha.. Dasar Augus. Tapi kali ini, dia memakaikan pelampung ke badannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya pun ikutan nyemplung lagi, tapi karena takut kejadian kaya Augus, akhirnya pake pelampung juga hahaha.. Nyebur lagi kita Gus..

Dan lagi-lagi, karena keasyikan snorkeling, saya dan Augus gak sempat mengabadikan momen-momen ataupun keindahan pulau Bidadari dalam sebuah foto digital. Waktu itu memang belum punya kamera, belum hobi motret dan masih lebih suka datang ke suatu tempat untuk menikmati momen, kecuali ada yang fotoin. Ya akhirnya keindahan pulau Bidadari yang kami lihat, kami wakilkan melalui foto-foto yang saya ambil dari internet.. 🙂

underwater pulau bidadari
Underwater view Pulau Bidadari Kepulauan Komodo. Pic pinjem intaninchan dan berangan_trip

Ya begitulah, akhirnya hari yang semakin sore memaksa kami untuk segera berlabuh ke Labuan Bajo.. Walaupun ada kejadian enggak mengenakan di akhir-akhir perjalanan, tapi secara keseluruhan, trip kali ini sangat menyenangkan.. Dan saya berdoa semoga suatu saat bisa datang lagi ke Labuan Bajo. Ketika tiba saat itu, saya akan kembali menjelajahi Taman Nasional Kepulauan Komodo, banyak spot yang belum sempat saya singgahi karena keterbatasan waktu.

Hari itu kami akhiri dengan menyantap ikan bakar yang segar dan enak di sepanjang pesisir pantai Labuan Bajo. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

 

————

Berkunjung 2012

-Traveler Paruh Waktu-

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

10 Responses
  1. Itulah sebabnya saya cuma berani snorkeling pakai pelampung. Maklum, penakut. Dulu di Manta Point di dekat Pulau Komodo, saya juga snorkeling pakai pelampung. Padahal di dasar laut ada banyak ikan manta, dan teman-teman saya masuk air tanpa pelampung semua, untuk bisa menyaksikan ikan manta itu dengan lebih dekat.

    1. wah, cuma bisa mupeng doang dong liat temen2 “bermain” sama ikan pari manta?

      Tapi katanya emang perairan komodo arusnya kenceng, jadi kalau gak jago2 amat renang atau tanpa dive master, mending cari aman aja sih.. Toh view kalau pake pelampung jg tetep kece kok hehe..

  2. Pemandanganya manteb tenan iku mas 😀 saya belum pernah main slulup slulupan kayak gitu, pengen sih.. Mungkin kapan-kapan dicoba.
    Kalau yg terdeket sama rumah sih karimun jawa, itupun saya belum kesana. Wkwkw.. #curhat

Leave a Reply