Pantai Nembrala dan Pantai Bo’a, Incaran Peselancar Dunia

Rote Ndao, sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur. Pulau paling selatan di Indonesia ini karakteristiknya hampir sama dengan Pulau Timor, banyak tanah berbatu karang. Ngomong-ngomong tentang Rote, ada satu pantai yang terkenal akan ombaknya yang tinggi dan memikat para peselancar dunia, mereka bilang pantai Nembrala. Pantai ini merupakan tempat wisata di pulau Rote yang wajib dikunjungi. Tapi sebenarnya, pantai yang biasa digunakan untuk surfing adalah pantai bo’a, yang terletak tak jauh dari nembrala.

pantai nembrala
pantai nembrala rote ndao

Hari Minggu, berangkatlah saya dan Mas Udin dari hotel di kota Ba’a menuju pantai Nembrala. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dari ibukota kabupaten Rote, Ba’a, dan sampailah di sebuah desa bernama Nemberala.

Di desa ini banyak cottage yang ownernya kebanyakan orang barat. Katanya sih banyak bule yang kawin sama orang lokal di sana. Kalau ada yang begini, kadang saya suudzon bule itu nikahin lokal hanya untuk memudahkan bisnisnya saja di Indonesia. Tapi ya, semoga kecurigaan saya tak terbukti hehe..

Artikel sebelumnya: Senja Syahdu di Pantai Tablolong (klik di sini)

Mobil berhenti, “ini mas pantai Nemberala”, kata sang sopir. “Hmmm, katanya buat selancar, tapi kok banyak kapal nelayan dan rumput laut ya?” tanya saya. “ooh kalau yang buat selancar itu di pantai boa mas”, jawabnya.

Air laut juga terlihat tenang, tak terlihat ombak besar di tepi pantai. Kami istirahat dan berfoto sebentar sambil menikmati biru laut yang menggoda buat nyebur. Ya, hanya bisa dipandangi tanpa bisa nyebur, soalnya gak bawa ganti juga hihi..

pantai nembrala
pantai nembrala, rote ndao, NTT

Setelah puas menikmati pantai nembrala, kami berpindah mengunjungi satu pantai lagi yang bernama pantai bo’a. Jarak pantai bo’a gak begitu jauh dari pantai nembrala.. Gak berapa lama sejak bertolak dari pantai nembrala, sampailah kami di pantai Bo’a. “Nah di sini tempat orang-orang biasanya selancar” kata pak sopir lagi. Ooooooh ternyata selama ini banyak yang salah kaprah, katanya Nembrala buat surfing, ternyata pantai tetangganya, pantai Bo’a yang dipake buat surfing.

“Sekarang bukan musim surfing mas, ombaknya kecil, beberapa bulan lalu sih abis ada event surfing internasional”, kata pak sopir lagi. Memang sih katanya di sini sering diadakan event surfing internasional, dan para peselancar yang datang kemari mayoritas orang luar negeri. Dan saat kunjungan kami kali ini, ombaknya memang sedang kecil. Namun terlihat sedikit buih putih pertanda ombak yang lumayan besar di ujung sana.

pantai bo'a
pantai bo’a tempat surfer memacu adrenalin

Saya sama mas Udin jalan-jalan di pantai, ambil foto, dan liat-liat ikan kecil di air yang surut. Saya berjalan menuju sebuah batu karang besar. Di sebuah lubang di atas tanah, segerombolan kumang berlarian ke sana kemari.

Kumang-kumang itu terlihat menarik dengan warna yang beragam. Namun kumang-kumang yang saya lihat di sini ukurannya masih kecil-kecil. Sesaat saya teringat masa kecil dulu. Waktu SD, sering sekali saya membeli hewan kumang ini.

Di tempat saya hewan ini dinamakan kumang, di tempat kalian apa? klomang? umang-umang? keong? atau?

Hal menarik lainnya di pantai bo’a adalah pasir pantainya yang lembut banget. Diantara warna putih pasir ini, terlihat ada partikel-partikel warna merah muda. Sekilas mirip campuran pasir di pink beach komodo, hanya saja kadar warna pink di sini tak sebanyak di Pink Beach Komodo.

pantai bo'a
pantai bo’a rote ndao

Di seberang sana, tampak ada sebuah pulau kecil, namanya Pulau Ndana. Sebenernya Pulau Ndana inilah pulau paling selatan di Indonesia, tapi pulau Ndana ini nggak berpenghuni. Sehingga yang kita kenal, pulau paling selatan ya Pulau Rote.

Lagi duduk-duduk santai sambil liatin laut, tiba-tiba ada 3 orang bule nyamperin kami..
Bule : “excuse me, where are you from?”
Gue : “i’m from Kupang”
Bule : “what are you doing in here?”
Gue : “Just enjoy scenery, why?”
Bule : “Nothing, hmmm,, i lose my sandal, i put it in here, you see it?”
Gue : “oh i’m sorry, i dont know, maybe there is local who took yours because there was no people around”
Bule : “Oke, thank you“

Artikel lainnya tentang Pulau Rote : Sisi Lain Pulau Rote (klik di sini)

Apakah bule itu ngira kalau saya lah yang nyolong sandalnya? ahaha… Tapi ya patut disayangkan sih, kalo ada yang nyolong, sayang banget deh, merusak citra orang kita aja.

Beberapa saat kemudian, kami menyudahi piknik singkat ke pantai nembrala dan pantai bo’a dan lalu balik ke hotel. Demikian perjalanan kami di salah satu tempat wisata di NTT yang mungkin jarang diketahui orang terutama orang Indonesia.

pantai bo’a di pulau rote

Berkunjung 2012

-Traveler Paruh Waktu-

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply