Pertama Kali Ke Pulau Kepa Alor

Selama ini para senior di kantor selalu bercerita tentang indahnya pantai di Alor, terlebih pemandangan di dalam lautnya di sekitar pulau kepa alor.. Begitu juga tulisan-tulisan yang saya baca seperti di Lonely Planet misalnya, ataupun video petualangan Nadine Chandrawinata.

Setelah hanya menahan mupeng selama berbulan-bulan lamanya, akhirnya waktu yang saya nanti-nantikan datang juga. Bersama dengan Pak Zen sang mentor dalam kerjaan dan kehidupan, akhirnya berangkat lah kami ke Pulau Alor.

pantai bandara alor

Sebelum pesawat mendarat di bandara Alor, kita akan disuguhi pemandangan sebuah pulau kecil tak berpenghuni di seberang bandara. Pulau ini indah, lautnya dangkal, bahkan saat air laut surut, kita bisa jalan kaki dari bandara ke pulau ini.

Perjalanan dari bandara ke pusat kota Kalabahi juga dimanjakan dengan pemandangan air laut yang memiliki 3 lapisan warna. oh indah banget.

menuju pulau kepa alor

Selang beberapa hari, di hari Sabtu, saya dan Pak Zen memutuskan untuk jalan-jalan ke Alor Kecil, yang bersebrangan dengan Pulau Kepa. Disana, kami mencoba mengelilingi laut di sekitar Pulau Kepa menggunakan kapal motor. Setelah berkeliling dalam waktu singkat, kami merasa belum puas. Kami pun memutuskan untuk kembali kesini esok harinya untuk nyebrang ke Pulau Kepa.

pulau kepa alor

Selepas turun dari kapal dan kembali ke Alor Kecil, kami mencoba menyusuri pantai di sana. Ada beberapa perahu kecil dan anak-anak kecil yang sedang bermain disana. Ternyata perahu-perahu kecil itu milik mereka, anak-anak nelayan yang tinggal di Alor Kecil.

“Bisa antar ke pulau kepa dek?”, tanyaku. “bisa mas”, jawabnya. Akhirnya disepakati besok pagi sampai sore hari ke Pulau Kepa bareng mereka. Lucunya, bukan cuma saya yang dipanggil mas, Pak Zen yang notabene udah bapak-bapak juga dipanggil mas sama mereka, haha.. Mungkin mereka beranggapan semua laki-laki dari Pulau Jawa, entah muda atau jauh lebih tua, tetap dipanggil Mas haha..

pantai alor kecil NTT

Keesokan harinya, kami kembali ke Alor Kecil. Tak lupa kami juga membawa bekal buat makan siang, snack, dan minuman. Soalnya di pulau Kepa gak ada yang jual makanan. Ada sih di penginapan, tapi itu untuk para tamu yang menginap.

Saat kami tiba di Alor Kecil, anak-anak itu sudah menunggu. Saya lupa nama anak-anak itu kecuali yang gendut. Nama dia Topan, dan dia paling kocak diantara teman-temannya. .

Perjalanan menggunakan perahu kecil ini jauh lebih seru dibanding kapal motor. Ngeri-ngeri sedap. Lebar perahunya cuma selebar badan dan tanpa mesin, jadi kita harus mendayung sendiri. Tapi justru di situlah kepuasannya.

pulau kepa alor
anak anak alor

anak anak alor
Gigihnya Topan mendayung perahu yang berkali-kali hampir tenggelam, haha

Sampai di Pulau Kepa, saya terpana melihat indahnya underwater di kepa. Tapi sayangnya kami engga ada yang bawa alat snorkeling. Beruntung, ada penduduk lokal yang berbaik hati meminjamkan kami snorkel gear, walaupun kondisinya yaaa, begitulah ahaha.

Beruntung juga waktu itu air laut lagi surut, sehingga terumbu karang dan ikan warna-warni bisa terlihat jelas. Maka hari itu kami snorkeling di sekitar dermaga sampai sore. Di dermaga aja, kami bisa dengan mudah melihat berbagai jenis ikan dan terumbu karang, apalagi kalo diving di spot-spot favorit ya? wooooh pasti surga banget nih Alor..

bintang laut di pulau kepa alor NTT

underwater pulau kepa alor NTT

Sabtu berikutnya, kami datang lagi ke pulau kepa alor. Kali ini, saya dan pak Zen ingin tahu rasanya menginap di La Petite Kepa, penginapan yang didirikan oleh pasangan dari Prancis.

Selepas menyeberang bareng anak-anak alor, kami menuju penginapan. Saat saya bertanya apakah ada kamar kosong, ternyata udah full-booked T_T. “Coba tanya langsung ke Om Cedric, yang punya penginapan ini”, ucapnya.

Saya pun berjalan menuju rumah Om Cedric di sebelah cottage. Om Cedric nggak ada, tapi istri dan 2 orang anaknya ada. Saya pun menanyakan perihal ketersediaan kamar ke istrinya om Cedric. Namun ternyata sama saja jawabannya, penginapan memang sedang penuh..

Sebagai satu-satunya penginapan di Pulau Kepa, wajar sih kalau kami nggak dapat kamar. Di sekitar pulau kepa Alor merupakan salah satu lokasi diving terbaik di Indonesia, sedangkan penginapan terbatas. Tamu yang datang sudah pasti memesan sejak jauh-jauh hari.

Oya, penginapan di Kepa ini berbentuk bungalow. Desainnya standar, gak kaya bungalow-bungalow di Gili Air ataupun di Kepulauan Komodo.

anouk la petite kepa
anouk si bungsu

Om Cedric dan istrinya udah lumayan lama menjalankan bisnis penginapan dan dive operator di Pulau Kepa Alor ini. Mereka berasal dari Prancis. 2 orang anaknya perempuan, namanya Lila dan Anouk.

Pas kami kesana, kepala Lila gundul plontos, katanya rambutnya kebakar pas mainan api, sekalian digundul deh. Haha nakal juga ternyata ini anak bule.

Lila ini udah sekolah di SD Negeri di Alor Kecil. Tiap hari, Lila harus menyeberang menuju pulau Alor untuk sekolah. Adiknya yang bernama Anouk masih belum  masuk usia sekolah. Pas kami ke sana, Anouk lagi belajar bareng temen cowonya, anak penduduk asli Pulau Kepa.

anak anak pulau alor
2 petualang cilik

Gagal menginap di la petite kepa, alhasil hari itu kami cuma keliling-keliling Pulau Kepa Alor aja. Ada keinginan mengelilingi pulau kecil ini, tapi medannya yang berat di sebagian pulau, dan adanya ular di bagian hutannya, mengurungkan niat kami. Akhirnya kami hanya bermain pasir di sisi lain pulau kecil ini.

Mentari yang hendak menuju peraduan memaksa kami untuk mengakhiri hari senang-senang kami di Pulau Kepa Alor.. Anak-anak ini kembali mengantarkan kami menyeberang ke Pulau Alor. Kami pun melanjutkan perjalanan dari Alor Kecil ke Kalabahi dengan sepeda motor. Perjalanan ke Kalabahi memakan waktu 30 menit.. Ah, thanks anak-anak, semoga bisa berjumpa lagi.. Gak lupa kami kasih sedikit uang jajan buat mereka.

anak anak pulau alor

anak anak alor kecil

Maaf sebelumnya, foto-foto di artikel ini nggak merepresentasikan keindahan Alor Kecil dan Pulau Kepa Alor. Maklum cuma pake BB jadul yang hasilnya busuk benerrr, jauh dari warna asli huaaaa.. Tapi tenang, di kedatangan berikutnya saya membawa kamera saku hasil meminjam yang lumayan kece hasilnya.

Baca cerita perjalanan menjelajah kepala burung pulau alor (klik di sini)

cantiknya la petite kepa alor NTT
sneak peek foto di artikel tentang Alor berikutnya 😀

Berkunjung 2012

Traveler Paruh Waktu

Baca cerita perjalanan kedua ke Alor –> Get Lost di Kepala Burung Pulau Alor

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

2 Responses
  1. Pulau Kepa dengan La Petite Kepa nya ini udah masuk ke dalam daftar entah sejak kapan tau. Saking udah lamanya dipengenin tapi belum kesampaian 😀

    Ngomong-ngomong bulan bagus untuk datang ke sini kapan sih?
    Supaya bisa diving juga nih 🙂

Leave a Reply