Pulau Sirandah, Pulau Tercantik di Padang Dengan “Penyu Raksasa” di Belakangnya

Sentuhan teriknya mentari menyapa siang itu. Ah, di tempat secantik ini, sengatan sinar surya bukan lagi menjadi penghalang untuk menikmati lukisan Tuhan. Di sini, di pulau sirandah, definisi vitamin sea masih jelas. Gradasi warna laut berpadu dengan halusnya pasir putih dan cerahnya langit sumatera. Angin sepoi-sepoi di sela pepohonan, berpadu dengan nikmatnya air kelapa muda menjadi penawar panas matahari. Enggak perlu terburu-buru, di pulau secantik ini, mari menikmati hidup dengan lebih santai.

pulau sirandah padang
traveler paruh waktu

Sirandah = Si Rendah

Pulau Sirandah diambil dari bahasa minang yang artinya pulau yang rendah (randah = rendah). Nama itu disematkan karena kontur pulau sirandah yang hampir rata dan tak berbukit. Hal ini jadi keunikan sendiri dibandingkan pulau-pulau lain di kawasan bungus dan mandeh yang biasanya memiliki bukit kecil, misalnya pulau pasumpahan, pulau pagang, suwarnadwipa, dan pulau pamutusan. Cerita perjalanan ke pulau-pulau itu dapat dilihat di artikel berikut:

Lama ditutup karena pembangunan cottage, akhirnya pulau sirandah dibuka untuk umum. Banyak traveler lokal yang menunggu pulau ini bisa dikunjungi. Banyaknya fasilitas, pemandangan yang ciamik, lokasi yang tak terlalu jauh, dan lama ditutup menjadikan pulau ini primadona baru di kawasan bungus.

Pulau Sirandah Sumbar
pulau sirandah

Ada beberapa penginapan yang ditawarkan di pulau sirandah. Buat sobat misqueen, bisa dengan menyewa tenda yang ditawarkan. Kelas di atasnya ada kamar backpacker yang bisa ditempatin 6 orang dan ada fasilitas kipas angin. Berikutnya ada cottage warna-warni dengan fasilitas AC. Termahal ada cottage kayu yang lokasinya paling dekat ke pantai.

Fasilitas di pulau sirandah ini ada banyak warung, tapi kalau makan besar palingan cuma nasi goreng. Lalu banyak yang menyewakan alat snorkeling, tapi snorkelnya pada bocor wkwk.. Ada juga jetski dan banana boat, ada bar, dan yang ditunggu-tunggu ada perosotan yang jatuhnya ke laut tapi sampai sekarang belum bisa dipakai karena belom ada tangganya 😀

Pulau Sirandah

 

Jalanan Yang Kini Mulus

Seperti biasa, saya pergi bersama travelmate sekaligus lifemateku, Ayu 😀 . Udah kesekian kalinya kami datang ke pulau-pulau di kawasan bungus ini. Pulau-pulau ini bisa dijangkau dengan langsung naik boat dari Padang tapi waktu perjalanan di laut lebih lama dan biayanya juga mahal. Alternatif lebih murah kita datang ke kawasan bungus dan menyewa boat dari sana. Alternatif termurah dan favoritku adalah dengan terlebih dahulu berkendara ke sungai pisang selama 1 jam 15 menit dari Padang lalu menyeberang. Dari Sungai Pisang, pulau pasumpahan bisa dijangkau hanya dengan waktu 10 menit sedangkan pulau sirandah sekitar 20 menit.

Mobil kami berbelok dari jalan lintas barat sumatera melewati jalan kecil menuju sungai pisang. Jalan kecil ini sekarang dapat menghubungkan kawasan bungus menuju kawasan mandeh dengan pemandangan sepanjang pantai yang menawan dengan jalanan terjal naik dan turun. Jalan kecil ini sekarang kondisinya jauuuuuuh lebih baik dibandingkan pertama kali kami lalui di bulan Maret 2016, saat pertama kali menjelajah pulau-pulau di kawasan bungus. Saat itu, jalannya rusak parah. Jalanan didominasi kerikil dan tanah. Sisa-sisa aspal hanya terlihat di beberapa titik. Mending kalau hanya rusak, tapi jalur ke sini juga melewati tanjakan dan turunan yang ekstrim dengan jurang dan tebing di sisinya. Sesekali longsor akan menyambut. Mayoritas, pengunjung datang dengan motor. Kami pertama kali ke sini pakai motor tapi yang kedua pakai mobil dengan kondisi jalan yang parah itu. Untung drivernya jago *nyombong dikit wkwk..

Kali ini jalanan sangat mulus. Aspal masih fresh dan tak terlihat ada kerusakan. Hanya jembatan saja yang masih berlantaikan kayu, belum diaspal. Mobil yang berlalu lalang juga terlihat jauh meningkat dibandingkan saat masih rusak dulu.

Hello Sungai Pisang

Kawanan sapi bergerombol dan terkadang mengganggu perjalanan karena memenuhi jalan. Ini artinya, kami sudah sampai di sungai pisang. Ya, sapi yang berkeliaran di aspal adalah hal umum di sini.

Sungai Pisang ini adalah nagari (bahasa misang yang artinya desa) paling ujung di Kota Padang. Nagari ini berbatasan dengan nagari Sungai Pinang yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Pulau-pulau di kawasan teluk bungus ini pun dibagi ke dalam dua wilayah. Pulau Pasumpahan, Pulau Sirandah dan Pulau Sikuai (soon dikunjungi) masuk ke dalam wilayah Kota Padang. Pulau Suwarnadwipa, Pulau Pamutusan dan Pulau Pagang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

Mobil kuparkirkan di dekat rumah bang Doni. Bang Doni adalah pemilik boat langgananku dalam menjelajah pulau-pulau di kawasan bungus, baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan bisnis jelajah sumbar yang sedang kubangun. Segelas teh hangat dihidangkannya untuk kami. Begitulah penyambutan pertama yang kita dapat kalau menggunakan jasa bang Doni menjelajah pulau, termasuk pulau sirandah ini.

Kami berjalan sejauh sekitar 100 meter menuju muara sungai. Di sini perahu bang Doni diparkirkan, bersama perahu-perahu lainnya. Mesin dinyalakan. Mesin menderu, berputar memecah air, menggerakkan badan perahu ke depan. Perahu ini beratap, sehingga kami dapat terlindung dari sengatan panas matahari pagi itu dalam perjalanan ke pulau sirandah.

Bukit Siboko padang
bukit siboko

Saat itu, yang mengantar kami ke pulau sirandah adalah Adit, adik dari Bang Doni. Adit membawa kami melewati Bukit Siboko setelah sebelumnya melewati Pulau Sutan yang dipenuhi bakau. “Ini kapal Si Boko yang dikutuk jadi bukit oleh ibunya, bang. Sedangkan pulau pasumpahan di depan itu tempat Si Boko disumpah serapah oleh ibunya”, Adit menjelaskan. Saya pernah dengar cerita ini sebelumnya. Terdapat legenda yang mirip dengan kisah Malin Kundang, di sini, sama-sama di ranah minang.

Akhirnya Pulau Sirandah

20 menit perjalanan, kami sampai di pulau sirandah. Memang, pulau ini tak berbukit, rata, dengan hutan di tengahnya. Gradasi warna biru terlihat mempesona, riak ombak kecil mendorong air menuju pasir putih yang terlihat bersih dan lembut. Sekilas, saya melihat pulau sirandah ini seperti 3 gili di Lombok, dari konturnya, warna lautnya, dan warna pasirnya. Bedanya, tak banyak fasilitas di sirandah, apalagi kalau kalian nyari tempat clubing dan es krim gelato, ga ada bro. (Ya pernah ada sih new year party gitu, ada dj2nya gitu, tapi abis itu masuk berita 😀 ).

Pantai di Pulau Sirandah
indahnya pulau sirandah

Perahu menepi ke dermaga. Dengan sekali loncatan, saya sudah berada di atas lantai kayu dermaga. Di dermaga, terlihat beberapa pemuda yang asik bermain asik dengan cara salto dari dermaga. Di sekitar dermaga, tampak ikan-ikan kecil bergerombol kesana kemari. Tapi sepertinya pulau ini kurang cocok untuk snorkeling, tak nampak terumbu karang di sekitar dermaga. Kami berjalan menuju loket untuk membeli tiket masuk pulau sirandah seharga Rp25.000.

Salto di Pulau Sirandah
pulau sirandah

Langit di atas pulau sirandah sedang cerah-cerahnya. Ayu langsung merengek untuk dipotret. Ketika udah sampai di pantai yang indah, panas tak lagi jadi penghalang. Justru, di saat hari sedang panas-panasnya, di situlah keindahan pantai terlihat. Gradasi warna putih jernih di bibir pantai menjadi toska dan berujung biru tua menjadi pemandangan yang membuat setiap pengunjuk tak rela untuk melewatkannya.

Banana Boat di Pulau Sirandah
wahana di pulau sirandah

“Berapaan bang?” tanyaku pada seorang abang penyedia jasa banana boat. “30.000 bang, tapi minimal 5 orang bang”, ucapnya. Karena saya datang cuma berdua dan gak dapet yang mau diajak join, akhirnya saya dan Ayu hanya bisa memandang dari ayunan yang kosong. Di pulau sirandah ini, banyak terdapat ayunan yang bisa dipakai oleh pengunjung sebebasnya.

Traveler Paruh Waktu

Kami beranjak, menelusuri tiap sudut pulau sirandah yang kecil ini. Beberapa cottage warna-warni terlihat fotogenik, menyihir beberapa pengunjung untuk berfoto di depannya.

Cottage Warna Warni Sirandah
cottage warna warni di sirandah

Di sisi lain pulau sirandah yang lebih teduh, beberapa tenda tampak berdiri. Anak-anak usia kuliah terlihat bersantai di depannya. Ada yang di pasir, ada yang di depan tenda, ada juga yang menikmati semilir angin di atas hammock yang bergoyang. Ah, surga banget emang, bermalas-malasan di pantai seindah sirandah ini. Sementara yang lainnya, terlihat menikmati berbagai macaman camilan yang banyak dijual di sini. Melipir lagi lebih jauh, pantai nampak lebih sepi dan lebih bebas buat berfoto.

Cantiknya Pulau Sirandah
cantiknya pulau sirandah

 

“Penyu Raksasa” di Belakang Pulau Sirandah

Bukan, bukan penyu beneran, ahaha.. Tapi, sebuah pulau kecil di belakang pulau sirandah dengan bentuk menyerupai seekor penyu yang berjalan ke daratan. Makanya, orang-orang menyebutnya Pulau Penyu. Pulau ini berupa tumpukan batu dengan ujung batu menyerupai kepala penyu. Di tengahnya ada bukit kecil menyerupai tempurung penyu yang dipenuhi dengan pepohonan.

Jalan menuju Pulau Penyu

Saya berjalan mengikuti petunjuk. Terdapat jalan yang menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang pulau sirandah. Ujung jalan ini adalah pulau penyu itu. Jalan ini mudah dilalui dengan petunjuk yang jelas, jadi jangan takut nyasar.

Pulau Penyu Sirandah

Sampai di ujung pulau sirandah, pasir putih menyambut, dengan pepohonan rindang di tepiannya. Pantainya landai, sehingga kalau sedang surut kita bisa berjalan cukup jauh ke tengah, tapi hati-hati banyak karang mati yang tajam.

Pulau Penyu

Daya tarik utama tentu “penyu raksasa” yang tampak mulutnya sedang menganga. Namun tak mudah untuk mendapatkan foto dengan background pulau penyu. Terlebih dahulu kita harus rela mengantri dengan pengunjung lain yang datang terlebih dahulu. Terkadang harus sabar kalau tiba-tiba ada emak-emak dan rombongannya nyela antrian atuh muncul diantara kita dan background *elusdada.

Pulau Sirandah Padang

Dalam perjalanan kali ini, tak banyak aktivitas yang kami lakukan. Kami lebih banyak bersantai menikmati lukisan alam yang indah. Pantai yang indah ditambah cuaca cerah dan angin semilir adalah surga terindah untuk melepas penat.

Di Pulau Sirandah
pasir putih pulau sirandah

Pulau sirandah ini kecil, lebih kecil dari 3 gili di Lombok, sehingga tak perlu waktu lama untuk menelusuri setiap sudutnya. Rasa puas telah memenuhi setiap rongga hati, kini saatnya kembali ke ibukota ranah minang, Padang.

Sirandah Island
sirandah island, padang

———
Berkunjung Maret 2018

Traveler Paruh Waktu

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

20 Responses
  1. Wisata pantai dan pulau lagi ngehits ya Bar di padang, aku baru tau ada legenda Boko di padang hehe… pulau sikuai ini masih ditutup ya?
    Dulu awal penempatan di sumbar-jambi yg ngetop duluan kayaknya pulau sikuai
    Emang cakep sih pulaunya, yg pulau penyu unik juga

  2. terpesona dengan gradasi warna dari warna pasir ke biru tosca, hingga biru lautannya.

    pulau penyu raksasa nya bener mirip penyu. gak salah dibilang demikian.

  3. Pulau Sikuai masih proses pemugaran dari pertama datang 2016 sampai sekarang blm kelar juga, blm boleh masuk ke pulaunya..

    pulau2 di padang selalu ramai kok,, terlalu ramai malah, jadi kurang bisa menikmati kalau pgn leyeh2 santai haha..

  4. AIR LAUTNYA JERNIH BANGEEETTT! Asyiknya main ke pulau (pantai) yang sepi itu adalah kita bisa bebas bermain. Mau bugil juga bisa ya, terus masuk berita wkwkwk.

    Gue suka dengan panorama Bukit Siboko dan air laut yang tenang.

    Beneran lho, Pulau Penyu itu bentuknya kayak penyu!

  5. Luar biasa cantik negri ini ya Allah…
    Semoga nanti aku bisa jalan2 ke sini juga hehe.
    Airnya bening banget…
    semoga turis2 yg ke berkunjung gak ada yang buang sampah sembarangan atau coret2 alay…. suka sedih kalo ada yg gitu. Gak penting banget deh… bikin jelek aja.

Leave a Reply