Sisi Lain Pulau Rote, Pulau Paling Selatan di Indonesia

2

Berbicara tentang pulau paling selatan di Indonesia ini, para traveler baik lokal maupun mancanegara pasti akan langsung terpikir pantai nembrala dan pantai boa yang menjadi spot favorit peselancar. Padahal Rote bukan hanya itu. Banyak tempat wisata di Pulau Rote ataupun hal lainnya yang bisa diceritakan dari pulau ini. Kunjungan terakhir gue ke pulau ini awal tahun 2015, saya coba mengabadikan beberapa hal yang dijumpai selama perjalanan singkat di sana. Actually, there are more to explore and to be told, but because my time was limited, so lemme just share a little about the other side of Rote.

pulau rote
pulau rote

1. Akses ke Rote dengan kapal feri cepat

Untuk menuju ke Pulau Rote, transportasi yang umum digunakan adalah kapal. Ada kapal cepat dan ada kapal feri lambat yang betolak dari Kota Kupang. Kapal cepat berangkat dari pelabuhan tenau dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

transportasi ke pulau rote
transportasi ke pulau rote

Sedangkan feri lambat berangkat dari pelabuhan bolok dengan waktu tempuh 4 jam. Di bulan-bulan tertentu, selat antara Pulau Timor dan Pulau Rote dihantui oleh gelombang laut yang tinggi. Nah, di bulan-bulan ini, ada alternatif angkutan lain yakni pesawat terbang baling-baling. Saya udah beberapa kali ke Rote tapi selalu pakai kapal cepat dari pelabuhan tenau.

transportasi ke pulau rote
interior kapal cepat

Di kapal cepat ini juga ada beberapa pilihan ruangan, dari ekonomi sampai VVIP.. Nah tiap saya ke Rote dalam rangka penugasan kantor, pilihnya selalu kelas VVIP dong. Beda halnya kalau lagi jalan-jalan, kelas ekonomi juga cukup, hihi.. Jangan heran kalau kita jumpai bule selama di kapal ataupun di pulau Rote, kan pulau ini emang tujuan selancar wisatawan mancanegara…

2. Beware! Banyak Doggie

Di pulau rote ini banyaaak banget anjing. Pernah suatu malam, saya melihat segerombolan anjing yang banyak banget di depan hotel tempat saya menginap. Mungkin, 15 ekor mah ada kali. Yang pasti, itu gerombolan anjing terbanyak yang pernah saya lihat. Tapi untungnya, anjing di pulau rote ini cupu-cupu, gak pernah saya jumpai anjing galak. Beda sama di Kupang di mana setiap saya berpapasan dengan anjing harus pura-pura gak liat dan pura-pura tegar. Dog smell fear, never look at its eyes!. haha..

pulau rote
bagi makanan dikit dong

Di alun-alun kota Ba’a (ibukota Kabupaten Rote Ndao), ada banyak warung tenda yang jualan ikan bakar. Nah, saya makan malam biasanya di sini. And guess what? There are plenty of dogs waiting for us to give them food. Mulai dari yang kecil buntet sampai yang gede tinggi segede gaban,, 😀 ..

anjing pulau rote
kami anak sehat karena minum asi

3. Babi yang Berkeliaran Bebas 😀

Melipir sedikit ke area yang lebih terpencil, kamu bakal jumpai banyak babi yang berkeliaran dan berlarian di perkampungan warga. Kalau di Jawa mah mungkin udah abis tuh diburu orang dikira babi ngepet. Hihi.. Di sini mah babinya bisa bermain bergembira bersama teman-teman sesama babi lainnya haha.. Di pelosok Jawa dan Sumatera, sering kita temui banyak warga berburu babi hutan pake anjing. Nah, di Rote sini kamu bakal ngeliat keakraban antara babi dan dogi. Sama manusia akrab, sama anjing juga akrab. Semua damai pokoknya, :V ..

babi di pulau rote
hi bro..

4. Kuda “Liar”

Bukan Cuma Sumba yang punya kuda, di pulau rote pun banyak kuda warga yang dibebasin buat cari makan sendiri. Ya tapi emang sih nggak sebanyak di Sumba sana. Kalau di Sumba mah udah kaya Serengeti, di sini satu dua ekor aja palingan..

kuda pulau rote
kuda pulau rote

Kuda-kuda ini bebas berkeliaran di kebun-kebun warga. Membabat semak belukar dan tumbuhan liar lainnya. Terkadang kuda-kuda ini juga merumput bersama hewan lainnya seperti sapi dan kambing.

kuda di pulau rote
pulau rote

5. Kain Tenun Motif Rote

Kalo kamu ada kesempatan main ke Pulau Rote, sempatkanlah melihat langsung orang menenun kain tenun ikat dengan motif Rote. Dan jangan lupa beli buat kenang-kenangan. Saya pernah datang dan membeli 1 kain tenun buat dijadiin syal, seharga 50 ribu rupiah aja. Oya, kain tenun NTT gak cuma bisa didapetin di Pulau Rote, di semua pulau di NTT kamu bisa nemuin dengan mudah, tentunya dengan corak yang berbeda sesuai dengan khas daerahnya.

kain tenun rote
kain tenun rote

Artikel sebelumnya: Pantai Nembrala dan Pantai Bo’a, Incaran Peselancar Dunia (klik di sini)

6. Sttttt, Hidden Beach

Selain pantai Bo’a dan pantai Nemberala yang terkenal di pulau rote itu, sebenernya kamu masih bisa nemuin banyak pantai menarik di sana, dan tentunya banyak juga yang belum terjamah. Suatu penugasan dari kantor di tahun 2012 pernah membawa saya berkeliling ke tiap sudut pulau ini, tapi sayang gak sempat mendokumentasikan lewat foto, ya karena waktu itu juga sibuk urusan kerjaan. Nah di kunjungan yang terakhir kemaren, saya sempat capture beberapa spot menarik, walaupun belum merepresentasikan Rote secara keseluruhan.

tempat wisata di pulau rote
pantai bendera pulau rote

Ada pantai tiang bendera yang bisa ditempuh perjalanan selama 15 menit dari pusat kota. Pantai ini bisa dilihat dari pusat kota. Yang unik dari pantai ini adalah adanya sebuah menara kecil buatan Belanda. Nah menara itu dulu dipakai Belanda sebagai tempat untuk mengibarkan bendera, makanya dinamakan pantai tiang bendera. Ada-ada aja ya, hehe..

pantai bendera pulau rote
pantai bendera pulau rote

Di pantai tiang bendera ini, pemerintah daerah setempat membuat Lopo. Lopo adalah bangunan khas Nusa Tenggara Timur sebagai tempat untuk beristirahat.

pantai bendera pulau rote
lopo di pantai bendera

Gak jauh dari pantai ini, kamu bisa nemuin pantai yang gak kalah indahnya. Sebenernya pengen banget saya turun dan main pasir di sana. Sayang waktu saya waktu itu terbatas karena harus pulang ke Jakarta via Kupang.

pulau rote
pulau rote NTT

Masih banyak spot menarik di pulau rote yang belum sempat saya jelajahi. Semoga suatu saat bisa kembali ke sana untuk bersenang-senang, dan juga ke tempat wisata di NTT lainnya. Bersantai sejenak dari kerjaan yang menumpuk. Bye bye Rote..

pantai bendera pulau rote
pantai bendera pulau rote

 


Berkunjung 2015

Traveler Paruh Waktu

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply