Asiknya Menginap di Hotel Lucu, Summerbird Bed and Brasserie

Sepasang burung kayu kecil menyambut kedatangan kami siang itu. Ah, lucu sekali.. Mungkinkah burung-burung itu yang terbang kesana kemari menyihir setiap wisatawan yang akan datang ke Bandung untuk menetapkan pilihan penginapan di Summerbird Bandung??? Terlalu mengada-ngada kamu, traveler paruh waktu. Hey, tapi memang Summerbird Bed and Brasserie itu sangat menawan. Instagramable, kalau kata IG-ers.. Ya, memang hotel ini adalah salah satu hotel instagramable Bandung. Setiap sudutnya dipenuhi dengan detail seni yang menarik. Kamarnya memang kecil, tapi bikin betah. Jangan lupa sarapannya yang selain mengenyangkan, juga bikin nagih.

hotel instagramable bandung

Tersihir Oleh Cantiknya Summerbird Bed and Brasserie

Saat traveling, hotel bukanlah salah satu hal yang saya jadikan prioritas. Saya bisa tidur dengan nyenyak di berbagai tipe penginapan. Toh waktu yang saya habiskan di hotel hanya sedikit karena saya lebih memilih mengunjungi tempat-tempat menarik di daerah yang saya kunjungi. Yang terpenting, lokasinya dekat dengan tempat-tempat yang akan saya kunjungi itu. Karenanya, budget untuk penginapan biasanya saya setting cukup rendah.

Saat merencanakan untuk berwisata ke Kawasan Lembang, penginapan pun saya rencanakan untuk berada di wilayah Lembang. Ayu bertugas untuk mencari penginapan melalui aplikasi pencari hotel. Setelah mencari cukup banyak kandidat, akhirnya kami putuskan untuk menginap di salah satu hotel yang berada di Kawasan Lembang, yang lokasinya tak jauh dari salah satu destinasi yang akan kami datangi.

Entah sihir apa yang menghinggapi Ayu sehingga membuat dia kembali hunting penginapan. Dan tiba-tiba “sayang, ini hotelnya lucu banget, kita di sini aja deh nginapnya, batalin di hotel yang tadi”, sambil liatin gambar-gambar hotel summerbird bandung. Dan entah kenapa saya pun langsung tersihir, tanpa melakukan crosscheck lokasi hotel ini, saya langsung mengiyakan untuk menginap di summerbird aja. Tarifnya lebih tinggi dari hotel sebelumnya dan melebihi budget yang telah kami tetapkan, tapi masalah harga kami abaikan saat itu..

Hari demi hari berlalu, sampai tiba hari dimana perjalanan kami ke Lembang dimulai. Saat itu kami sedang menunggu kedatangan kereta Argo Parahyangan yang akan membawa kami ke Bandung dari Stasiun Bekasi. Kubuka google maps untuk mencari tahu seberapa jauh hotel summerbird bandung dari lokasi-lokasi wisata yang akan kami datangi di Lembang. Di google maps, terpampang bahwa hotel ini berjarak 700 m dari stasiun kereta api Bandung.. Whaat??? Ini hotel teh lokasinya di Kota Bandungnya??? Bukan di Lembangnya?? Seketika linglung dan ketawa meratapi kebodohan ini. Ahaha.. Yaah, nasi udah menjadi bubur. Akhirnya pasrah aja menerima kenyataan bahwa kami harus memulai perjalanan ke Lembang keesokan harinya dari Kota Bandung. Nasiiib,, nasib..

Cerita tentang tempat wisata di Lembang –> Menapakkan Kaki di 3 Wisata Kekinian Lembang

gambar summerbird bandung
fasad hotel summerbird bandung
summerbird - bed and brasserie
summerbird – bed and brasserie

Lobi Hotel

Setelah berjalan kaki sejauh 700 m seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, akhirnya kami sampai di Summerbird Bandung, atau lengkapnya Summerbird Bed and Brasserie.. Bangunannya kecil dan berada di lahan kecil, yang berlokasi di Jalan Kesatriaan Nomor 11, Arjuna, Cicendo, Kota Bandung.

summerbird bandung review
2 burung kecil summerbird bandung

Masuk ke lobinya, kami disambut 2 burung kecil terbuat dari kayu yang saling berhadapan, dengan background tulisan Summerbird. “Ah, jangan-jangan 2 burung ini nih yang terbang kemana-mana menebar sihir buat para wisatawan yang akan mampir ke Bandung”, gumam saya.. Selain 2 burung kecil itu, tentu juga ada receptionist yang menerima kami. Kami menunjukkan bukti pemesanan melalui aplikasi pencari kamar hotel favorit. Proses check in telah selesai, tapi kami harus menunggu sampai dengan pukul 14.00 karena kamar masih disiapkan. Tak apalah, ini jam makan siang, kami titipkan tas dan segera berjalan kaki menuju sebuah rumah makan tak jauh dari hotel, sekitar 100 meter. Lokasinya yang cukup dengan stasiun membuat hotel ini dekat dengan berbagai tempat makan dan minimarket.

hotel summerbird bandung
lobi summerbird bandung

Pukul 14.00 kami kembali ke hotel dan ternyata kamar masih belum siap juga, welcome drink di lobi juga tak tersedia. 2 hal itu yang menjadi nilai minus dari hotel cantik ini. Untungnya setiap sudut hotel ini dibuat sangat artistik, sehingga sembari menunggu, saya dan Ayu hunting foto-foto.

summerbird hotel bandung review
berhadapan dalam 1 frame
hotel instagramable bandung
hotel instagramable bandung
summerbird bandung traveler paruh waktu
teteh teh nunggu teh?

Kamar

Hampir setengah 3 sore, akhirnya kami bisa menuju kamar yang telah mereka persiapkan. Kesan pertama saya melihat kamar Summerbird Bandung ini adalah “wah cakep bener, artistik, instagramable”, hihi.. Kamarnya tidak terlalu luas, tapi nuansa seni terlihat kuat di berbagai sudutnya. Setiap sisi tembok memiliki nuansa berbeda. Tembok di dekat sandaran tempat tidur berupa pasangan batu bata tanpa plesteran yang dicat putih dengan beberapa gores lukisan. Oya, setiap kamar memiliki corak lukisan yang berbeda lho. Bagian jendela ditutup dengan penutup yang terbuat dari kayu. Di sisi depan tempat tidur, berupa pasangan batu bata seperti di dekat sandaran tempat tidur , tetapi tanpa adanya lukisan. Dan pemisah antara tempat tidur dengan toilet berupa sekat kaca yang bisa ditutup dari dalam kamar mandi. Unik bukan???

summerbird bandung review
toilet transparan :V

Saya letakkan backpack kesayangan di sebuah tatakan yang di atasnya terdapat sebuah cermin ramping yang memanjang vertikal. Saya buka jaket yang dan saya gantungkan di spot menggantung pakaian yang terletak di pojok kamar, yang sayangnya hanya ada 2 hanger disana. Saya nyalakan televisi yang tergantung di sebelah hanging area, banyak juga channelnya. 2 buah cangkir, 2 buah air mineral, pemanas air, beberapa kopi sachet, gula, dan teh tergeletak rapi di atas meja. Segera saya ambil air mineral untuk membasahi kerongkongan yang mulai terserang dahaga.

summerbird bandung review
kamar summerbird bandung

Yang saya suka, colokan listrik di kamar sangat banyak. Urusan mengisi daya untuk beberapa perangkat dalam 1 waktu tak jadi masalah. Yang saya tak suka, meja kerja di bawah televisi mungkin akan lebih menarik bila terbuat dari bahan kayu, bukan campuran semen. Begitu juga dengan kursi sederhananya, akan lebih baik bila diganti dengan kursi kayu dengan sandaran.

pengalaman di summerbird bandung
kamar summerbird bandung

Saya buka pintu kamar mandi, terlihat ruangan kecil tetapi space yang ada tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal dan rapi. Terdapat sebuah wastafel berada di sisi dekat pintu dengan lemari kayu di bawahnya dan cermin di atasnya. Di sebelahnya terdapat sebuah closet dan tatakan toilettries. Segulung tisue toilet, 2 handuk, 2 sikat gigi dan pasta gigi, 2 shampo, dan sebuah sabun telah disiapkan dengan rapi. Antara area basah dan area kering tak terpisah sempurna karena hanya dipisahkan oleh sekat kaca kecil. Kunyalakan air, kuputar kerannya, “oh, air panasnya oke nih,, cocok buat mandi sore di Bandung yang semakin matahari pergi, semakin dingin terasa”.

kamar mandi summerbird bandung
kamar mandi summerbird bandung

Saya hempaskan tubuh ke atas kasur. Terasa nyaman, walau bukan yang ternyaman yang pernah saya tidurin. <<TIDURIN>>.. Sebelum menjelajah dari Bandung ke Lembang dan balik lagi ke Bandung sore harinya, kami perlu mempersiapkan fisik yang fit. Dan beristirahat di hotel ini juga membuat badan kami kembali relax setelah sehari sebelumnya melakukan perjalanan dari Bekasi ke Bandung, lalu berjalan kaki dari stasiun ke hotel dan tempat makan, dan menunggu di lobi beberapa lama sebelum akhirnya masuk ke ruang kamar.

summerbid bandung gambar
kece kan?

Sarapan

Pagi telah menyongsong, campuran air panas dan dingin mencipta hangat yang membasuh setiap inchi tubuh saya. Deodoran, body lotion, parfum, dan minyak rambut telah menempel di berbagai bagian tubuh seiring dengan perut yang mulai bernyanyi tak henti-henti. Oke, ini waktunya sarapan.

Kami turun menuju restoran yang berada persis di sebelah lobi hotel. Sudah banyak orang di sana, untung masih ada kursi kosong yang tersisa. Kami duduk dan segera memesan makanan. Menu sarapan tidak terlalu banyak tapi menurut saya cukup menggoda. Ayu pilih nasi goreng dan saya pilih sarapan ala Eropa. Entah kenapa, untuk sarapan ini saya suka banget sarapan ala orang barat dan di sini juga tersedia.

sarapan summerbird bandung
nasgor summerbird bandung

Sarapan tiba, dan rasanya enak. Tapi saya harus jujur satu hal, review saya untuk makanan kurang bisa dipercaya karena lidah saya hanya mengenali 2 rasa,, yaitu enak dan enak bangetttt hihihi.. Jarang sekali ada makanan yang terasa tak enak di lidah ini, hehe..

menu sarapan summerbied bed and brasserie
like it !!

Segelas susu menjadi penutup sarapan pagi itu.. Perut udah kenyang, saatnya kembali ke kamar untuk berkemas sebelum melakukan petualangan ke Lembang.

Lain-lain

Terdapat space parkir untuk motor di bagian dalam dan untuk mobil di bagian dalam maupun luar. Karena keterbatasan lahan, space parkir juga tak begitu besar. Di lantai 2 terdapat pojok untuk coffee time dengan penataan yang cantik dan bisa banget untuk foto-foto kece instagramable.. Dan hampir setiap sudut dari hotel ini memiliki detail artistik yang mendukung foto-foto kece. Tak heran, sudut-sudut hotel ini juga sering dijadikan tempat untuk foto prewedding.

hotel summerbird bandung
sudut lain
summerbird bandung
sisi lain lobi
summerbird bed and brasserie
di sini juga asik buat foto
summerbird bed and brasserie
coffee time

Pelayanan

Menurut saya, pelayanan di hotel ini boleh dibilang bagus walaupun tak sebagus hotel-hotel dengan kelas di atasnya. Ya wajar sih hihi.. Memang sih tak banyak juga saya meminta bantuan di sini. Tetapi bagaimana mereka menjaga barang yang kami titipkan ketika menunggu kamar dibersihkan dan keluar cari makan, bagaimana mereka tersenyum saat menunjukkan sesuatu, bagaimana mereka tersenyum saat menawarkan menu sarapan, cukup untuk saya acungi jempol. Hanya proses masuk kamar yang molor dari jadwal dan tanpa adanya welcome drink di lobi saja yang menurut saya harusnya bisa dibenahi. Oya satu lagi, si akang receptionist juga bersedia membantu mencarikan motor sewaan walaupun akhirnya saya dapat dari hasil cari sendiri.

 

————————————-
Menginap Juni 2018
-Traveler Paruh Waktu-

Travel Blogger Indonesia.

Related Posts

46 Responses
  1. Terakhir ke Bandung dua minggu lalu, sebenarnya pengen nginep di sini. Soalnya letaknya strategis dan penampilan hotelnya menarik. Cuma sayangnya, udah penuh. Emang agak susah sih pesan kamar di sini kalau dadakan. Mungkin lain kali kalau ke Bandung lagi, dapat rejeki nginep di sini.

    Btw asik ulasannya. Singkat, jujur, dan informatif 🙂

  2. Gue lebih suka nginep di hotel-hotel kayak gini yang desain interiornya mengusung tema industrial/natural/tradisional minimalis. Kalo menurut gue, aplikasi meja semen itu cocok bro. Dindingnya kan dinding bata ekspos yang juga nggak diplester apalagi dicat, jadi cocok dengan meja semen itu.

    Suka banget sama kamar mandi transparan kayak gitu. Mandi jadi lebih bergairah! #eh

  3. Lucu bange gemas

    Seperti aku

    HAHAHAHHAHAHAHHAHA

    Iya nih instagrammable banget ya bang.
    Aku kalau ke sana mungkin bawa dua koper.
    Sekalian pemotretan OOTD berapa kostum (karena banyak spot background), foto-foto review hotel, syuting vlog, foto produk buat online shop, dll

    :))))))

  4. Aku lbh seneng nginep di hotel yang punya banyak space2 berseni gini drpd yg hanya polosan.. lukisan mural di dinding, ato hiasan apapun, tanaman, pokoknya yg bikin hotelnya ga terlihat blank banget :)… pasti lgs menarik perhatian deh… suka nih ama si summerbird.. tempatnya berseni dan kesannya jd ceria nginep sini 🙂

  5. Anton Ciptady

    Sepertinya, sisi menarik dari hotel ini adalah dari segi tempat yg dekat dengan stasiun dan kota sehingga memudahkan bagi mereka yang cuma sehari stay di Bandung (bukan di lembang heheee…..)

Leave a Reply