Video Cinematic Pertama dari Barrabaa

Saat ini video cinematic lagi populer banget. Saya pun termasuk salah satu penggemar video-video cinematic. Teknik pengambilan gambar yang dramatik dipadukan musik yang inspirasional, memberikan kesan mendalam saat menonton video-video berjenis cinematic.

Saat saya sedang sibuk membuat laporan di kantor, tiba-tiba atasan memanggil saya dan membahas tentang lomba HUT instansi tempat saya bekerja. Ada beberapa lomba yang dilaksanakan, salah satunya pembuatan video pendek. Beliau menunjuk saya sebagai penanggung jawab tim video. 1 tim berisi 3 orang.

Saya langsung terpikir ide untuk membuat video cinematic. Saya punya channel youtube yang berisi vlog perjalanan yang saya lakukan (Traveler Paruh Waktu Vlog). Tapi, selama ini saya tak pernah membuat video cinematic. Sebetulnya pernah sih membuat cinematic video untuk konten IG divisi saya di kantor, tapi itu hanya iseng-iseng dan hanya berdurasi 25 detik, yang saya buat sebagai intro menuju cerita intinya.

Akhirnya tim yang beranggotakan saya dan 2 orang teman segera melakukan eksekusi, dimulai dengan memikirkan konsep, melakukan pengambilan video dan proses pengeditan yang total kira-kira 1 minggu, video pun jadi. Masih banyak kekurangan sih namanya juga pemula. Target berikutnya semoga bisa masuk 3 besar dan syukur-syukur dapat juara. Lumayan untuk menambah portofolio 😀 ..

Mau tahu hasilnya kaya gimana? Tonton langsung yaa di bawah ini yes, jangan lupa tinggalkan komentar..

Menurut kamu, gimana videonya?? 😀

***

traveler paruh waktu

 

 

Travel Blogger Indonesia. Traveler Paruh Waktu. 100% sundanese. ASN pengagum Ibu Pertiwi, terutama akan keindahan alamnya. Suka bertualang, suka bercerita, suka membuat video.

Related Posts

61 Responses
  1. Waaah yang shot dan edit mas Bara? 😀 menurut saya sudah bagus mas hehehe. Kebetulan saya nggak begitu tau banyak soal video-videoan, tapi video yang mas Bara buat cukup mudah dipahami dan menarik :> jadi paham detail pekerjaan bidang mas bagaimana ~ hehehe.

    Terus berkarya, mas Bara 😀

    1. yang shot saya, tapi editnya cuma basic aja, abis itu dilanjut orang lain 😀 .. kebetulan peralatan pendukung punya kantor cukup mumpuni jadi semangat bikin videonya haha..

      thank you mbak..

  2. Wah… Ini Kang Bara yang buat sama tim? Beuh asli keren Kang Barra…

    Aku udah like sama subscribes juga. Atas nama Un Chu..

    Btw akhirnya tahu juga Kang bara kerja dimana.

    Pdhl dulu waktu, waktu masih honor di MTsN sering ke sini loh wkwkw.

    Tapi blom kenal Kang Barra haha

  3. Mas Barra bagus mas videonya, angle nya keren, dan sangat bisa dijadikan video untuk merepresentasikan kantor. Suasana kerja di masa COVID pun tetap tergambarkan dengan jelas, tim di split ada yang WFH dan WFO.

    Cuma sedikit masukan: pada saat menuliskan values yang dianut di kantor, ada kata responsibel, “responsibel” belum masuk KBBI dan sebaiknya cukup menggunakan kata Bertanggung jawab saja. Atau kalau mau tetap dimasukkan, mungkin bisa tuliskan bahasa Inggrisnya saja “responsible”.

    Abis ini bisa buka bisnis jasa Cinematic nih

    1. makasih masukannya mas..

      wah belum masuk KBBI toh. Tapi, itu kami hanya mengikuti slogan resmi dari kantor aja mas, PIONIR. PIONIR di sini adalah akronim dari Profesional, Integritas, Orientasi Pada Pengguna, Nurani dan Akal Sehat, Independen, dan Responsibel.. Nah, kenapa instansi pakai kata Responsibel itu yang kami ngga tau ahaha.. Mungkin juga supaya pas untuk dibuat akronim PIONIR.

      wah blm pede mas kalau buka jasa , apalagi itu gearnya semua punya kantor, blm punya peralatan mumpuni 😀

  4. Juara sih ini, Bung. Gambar-gambarnya bagus dan narasinya juga menyentuh. Kecuali BPKP punya blogger cum vlogger sekaliber Bung Bara, rasanya nggak mungkin nggak menang ini. 😀

    Nanti berkabar hasilnya ya, Bung? Penasaran banget nih sama keputusannya. 🙂

  5. Well,, hi salam kenal…
    Nggak tau kenapa bisa nangkring kesini.. hehe mungkin takdir yang mempertemukan kita. #ceilah Apa sih bay!! nggak jelas amat. hehehe
    Oalahh sampean kerja di BPKP toh.. Jadi inget kemarin pas tahun 2019 pabrik sebelah ngegaet BPKP ttg proyeknya blast furnace. Nggak ngerti sih apa, taunya cuma karena urusan data dan keuangan.

    Videony bagus mas. Ini kalau saya punya 10 jempol, tak acungin semuanya dah.. Soalnya ane nggak paham sama editing video, taunya cuma kalau ini bagus.. hehe

    1. salam kenal juga mas..

      wah gimana ceritanya bisa nyasar ke mari? haha..

      Kalau terkait pabrik-pabrik bukan bidang saya di kantor sih, ada bidang lainnya hehe..

      makasih sudah nonton mas.. 🙂

    1. tapi beneran pemula inii wkwk.. terlihat bagus karena ada kamera bagus dan stabilizer kamera punya kantor.. tanpa 2 hal itu hamba hanyalah butiran debu..

      aamiin, makasih doanya..

  6. secara sinematik, oke sekali. namun sebagai awam, pesan yang disampaikan masih sangat abstrak. mungkin ingin menunjukkan realisasi dari visi dan misi lembaga, namun ada beberapa hal yang saya merasa agak kurang nyambung.

    misal “kami pionir”, pionir dalam hal apa? lalu ada scene membuka tirai, antara pesan pionir dan membuka tirai ini saya kurang menangkap maksudnya. apakah maksud pionir adalah yang pertama “membuka jalan”?

    lalu kemudian “ia ada di setiap langkah”, terus scene membaca buku. saya bingung dan bertanya-tanya. apa yang ada di setiap langkah? apa hubungannya membaca buku dan langkah?

    memang nggak mudah menerjemahkan ide, visi, misi ke dalam scene. yang paling bisa saya tangkap justru di bagian-bagian akhir, bahwa bekerja dengan bertanggung jawab, baik di kantor dan di rumah (terutama saat switch dari nonton drakor(?) ke pekerjaan), itu cukup jelas.

    “demi masa depan anak-anak”, lalu scene ke anak-anak, ini oke. dan “menjadi manfaat”, dengan scene background gedung kantor dan bunga di foreground (bunga bisa menjadi simbol manfaat), dan terakhir “untuk Indonesia” dan berakhir dengan scene bendera, ini oke sekali.

    tapi secara keseluruhan, sinematiknya sudah dapat, walau menurut saya kurang cocok untuk diterapkan di video semacam ini, lebih cocok untuk video traveling, menurut saya.

    namun untuk ekperimen, videonya bagus. walau ada kekurangan (menurut saya), semoga videonya bisa meraih hati juri dan menjadi juara!

    1. wah ini sangat membangun sekali komentarnya..

      karena untuk lomba internal, memang ada beberapa hal yang ngga kami jelaskan lebih lanjut sih.. seperti misalnya PIONIR,, pionir di sini adalah akronim dari nilai-nilai yang dipegang oleh instansi. Kepanjangan PIONIR di sini adalah Profesional, Integritas, Orientasi Pada Pengguna, Nurani dan Akal Sehat, Independen, dan Responsibel, yang selanjutnya per poinnya itu dijelaskan di belakang di masing-masing kegiatan..

      beberapa hal yg menurut mas ngga nyambung sebenarnya ya mgkin ngga nyambung sih ahaha,, misalnya yg buka tirai itu, itu ngga ada kaitannya dg pionir. konsep di awal dan pengeditan ada beberapa perbedaan jadi utk hal-hal tertentu, kalau dilihat terperinci satu-satu, memang tidak nyambung, lebih kepada untuk estetika saja. kalau kalimat “ada di setiap langkah” ke scene2 berikutnya sebenarnya ada kaitan, penekanannya bukan di langkah secara harfiah, tapi intinya di setiap kegiatan yg dilakukan kami selalu memegang PIONIR itu..

      tapi saran2nya bagus bgt mas.. Nanti kalau ada keperluan bikin video yg audiensnya masyarakat luas, hal-hal seperti yg mas sampaikan harus kami perhatikan juga, termasuk kaitan setiap scene dengan narasi..

      aamiin, makasih doanya mas..

  7. Saya belum pernah membuat video cenematic
    Pokoknya asal jadi ,tanpa persiapan matang
    Maka tidak heran, jika hasilnya juga kurang memuaskan
    Lain waktu saya juga ingin membautnya, jika sudah punya perangkat tempur yang layak

    1. saya pun biasanya gitu kok mas,, asal shot dan asal gabungin aja.. tapi karena ini untuk keperluan lomba dan mengatasnamakan unit kerja jadi dipikir cukup matang mulai dari konsep sampai editing.. kalau untuk vlog mah sementara ini asal jadi aja karena peralatan jg kurang mendukung.. tapi ke depannya pgn sih lebih serius 😀

    1. indepedensi contohnya seperti yg dijelaskan di video pak:

      1. tetap berprinsip bekerja sesuai pedoman walau auditi memohon untuk sedikit longgar karena suatu alasan (independence in fact)
      2. menolak menerima tugas di tempat di mana pimpinan auditi tsb masih memiliki hubungan saudara dengan auditor (independence in appearance)

      2 hal ini adalah bentuk independensi dalam dunia auditing..

  8. Keren banget nih vidionya, inti dari vidio itu kan hampir sama dengan tulisan, menjelaskan maksudnya.
    Dan menurut saya yang awam, ini udah nyampe banget pesannya.

    Keren banget.

    Udah kayak di tipi-tipi hahahaha

  9. Overall videonya keren, sama kayak video-video di media mainstream yang saya lihat.

    Saran sih sering-sering buat video cinematic walau durasi pendek, supaya bisa lebih keren lagi.

  10. Sinematik memang punya kesan tersendiri sih. Untuk videonya sendiri bolehlah bg haha. Udah saatnya bg bara menyelipkan sinematik dalam domumentasi travelernya.

    1. Boleh juga nih, ke depannya nanti di setiap video travel juga sekalian bikin cinematic.. Tapi stok yg skrg blm edit hasil perjalanan sebelum2nya ngga ada bahan sinematiknya, seadanya dulu haha..

  11. Wow… Cool!
    Jadi tempat kerjanya Kakak di sini?
    Oh iya, aku salah fokus ke Novel Bumi Manusia. Hehe…

    Videonya (tepatnya gambar bergeraknya) berjalan lambat ya, jadi kesan santai dan naturalnya belum dapet. Tapi, over all suka kok. Bagus… Beruntung video dari awal sampai akhir lambat, jadi memang terlihat sengaja dibuat seperti itu.

    Semangat Kak, tetap berkarya, semakin bagus ke depannya.

    FYI. Aku nggak bisa sih bikin video, cuma maaf kalau jadi memberi saran karena aku juga suka nonton video2 gitu.

    1. wah bisa jeli ya liat novel Bumi Manusia.. 😀

      iya memang sengaja disetting lambat gitu hehe.. kalau video cinematic memang banyak yang dibikin begitu sih.. gpp kok, saran itu bagus 😀

      1. Novel favorit, dari jauh langsung kelihatan. Ya berasa kayak lihat pacar sendirilah rasanya, dari jauh udah kelihatan. #plak

        Iyaa ya, aku juga nggak terlalu ngerti video.
        Semangat ya Kak!

  12. ini keren banget mas bara…salut euy cara ngambil engle shootingnya udah kayak film.
    cuma pas awal-awal aku enggak ngerti ini ngebahasa apa gitu oh taunya tentang kegiatan kerja di kantor ya.
    terus berkarya mas bara…

  13. Eh, aku baru tahu kalo kantormu di Sumatera Barat hehehe. Kirain di Makassar atau Manado. Menurutku sih videonya udah bagus ya. Gambarnya jelas, zoom ini dan zoom outnya rapi. Ada bagian-bagian sih yang pergerakan kameranya kurang stabil dikit. Coba kantornya suruh pengadaan stabilizer dong. BPKP gitu lho.

    Pesenku cuma satu sih. Kalau punya banyak bakat bagus, jangan sering ditunjukkan di kantor ah. Nanti lo lagi lo lagi yang ngerjain hahaha *tutup mulut* 😛

    1. itu udah pake stabilizer kok,, cuma masih baru dan masih tahap latihan , dan memang ada beberapa scene yang nggak pake stabilizer sih..

      udah terlambat, ini udah tahun ke empat tukang bikin video di kantor wkwkwkwk.. biasa lah, kehidupan pi in ice memang seperti itu.. sekarang lagi nyari kader yang muda-muda untuk melanjutkan “penderitaan” haha..

  14. Keren videonya, gambarnya tajam dan detailnya dapat, slowmonya ga lebay, dan cukup informatif buat ngasi gambaran tentang pekerjaannya ke penonton yang awam.

    Cuma itu di menit 2:23 memang disetting tanpa musik pas taglinenya muncul, mas? Soalnya pas tagline yang lain muncul, selalu ada backsoundnya. Jadinya pas ga ada musik kaya ada jeda kepotong gitu hehe.

    Btw, ini berarti kantornya yang di jalan by pass ya?

    1. makasih gan… di menit itu memang pergantian scene dan musik, memang agak bingung untuk bridgingnya gimana, akhirnya disepakati untuk pakai tulisan aja, tapi ternyata kurang nendang juga ya? 😀

      iya di bypass,, kok tahu?? masbro orang Padang, orang Sumbar, atau pernah lama di Padang? soalnya tahu detil Kota Padang 😀

      1. Bukan kurang nendang sih, tapi kaya tiba-tiba hening gitu aja hehe. Tapi secara keseluruhan udah oke banget itu buat video informatif.

        Haha iya mas, saya orang Padang. Sekarang domisili ga di Padang, tapi masih selalu ngusahain pulang setiap ada kesempatan.

        Anyway tulisan-tulisan wisata di Sumbarnya menarik Mas, jadi malu sendiri saya yang dari sana malah belum sempat eksplor banyak :)) Semoga suatu waktu bisa juga.

        1. Pantes paham detil ttg Padang haha.. saya stay di Padang sejak 2016, tapi sebentar lagi kayanya mau pindah ke Lampung 😀 .. Kalau lagi di Padang kabarin da, siapa tau bisa ngopi bareng..

          Sebenarnya saya udh explore lebih banyak di Sumbar tapi belum ditulis aja nih wkwkwk..

Leave a Reply